Kupi Beungoh
PR untuk Rektor di Aceh: Alumni Universitas Menganggur Makin Tinggi
Pengangguran sangat dekat kemiskinan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: Kemiskinan sangat dekat dengan kejahatan atau kekufuran.
Oleh: Redha R. Thogam, S.Sos.I, SP.PSM
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan mencengangkan pada Februari 2026, yaitu lulusan Perguruan Tinggi menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi di Aceh. (https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1010647/lulusan-perguruan-tinggi-penyumbang-pengangguran-terbanyak-di-aceh-cek-data-bps).
Laporan BPS tersebut tentunya menjadi tamparan keras bagi dinamika dunia pendidikan di Aceh. Khsusus bagi rektor, ia sejatinya menjadi PR guna dicari fomat penyelesaian, bukan malah tutup mata atau lepas tanggung jawab, seperti fenomena kepemimpinan selama ini.
Secara kebetulan, pada bulan April 2026, UIN Ar-Raniry hajatan besar, yaitu menyelenggarakan suksesi kepemimpinan. Sebagaiman diberitakan media ini, terdapat empat guru besar mencalonkan diri untuk jabatan Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030.
Mereka adalah Prof Muhammad Siddiq Armia PhD. Ia adalah lulusan S2 Universita Indonesia, S3 di Cambridge Inggris, Lemhanas dan visiting lecturer (dosen tamu) di sejumlah kampus ternama di Eropa, Asia dan Afrika.
Yang sangat membanggakan, Siddiq Armia masuk daftar dosen paling berpengaruh di level dunia (top 2 persen scientist worldwide 2025). Harus diakui, faktor ini berkontribusi menempatkan UIN Ar-Raniry sebagai kampus riset terbaik di Indonesia.
Calon Rektor UIN Ar-Raniry selanjutnya adalah Prof Dr Saifullah MAg, tamatan S2/S3 dari UIN Yogyakarta, disusul Prof Dr Inayatillah MAg sebagai representasi perempuan, ia lulus S2 UIN Ar-Raniry dan S3 UM Malaysia, serta Prof Dr Mujiburrahman MAg, tamatan S2 UIN Bandung, S3 UUM Malaysia (Lihat: Sosok 4 Guru Besar yang Daftar Bakal Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030, Serambi Indonesia, edisi 3 April 2026).
Satu dari empat nama tersebut di atas akan ditetapkan sebagai Rektor UIN Ar-Raniry periode 2026-2030. Tentu banyak pihak yang mengharapkan terjadi pembaharuan dalam pengelolaan kampus UIN Ar-Raniry ke depan agar betul-betul menjadi lembaga milik umat, transparan dalam penataan SDM dan pengelolaan anggaran publik.
Pengangguran, Kemiskinan, Kekufuran
Pengangguran sangat dekat kemiskinan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: Kemiskinan sangat dekat dengan kejahatan atau kekufuran.
Oleh karena itu, persoalan lulusan universitas yang menjadi penganggur mesti menjadi PR utama bagi para rektor, terkhusus rektor baru UIN Ar-Raniry. Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030 harus memasukkan fenomena sarjana yang menganggur ini dalam program strategisnya.
Bagi mahasiswa, setelah selesai kuliah dengan durasi 4 – 7 tahun, akan berharap mendapatkan pekerjaan yang sesuai setelah mengikuti seremoni wisuda yang gegap gempita. Menjadi sarjana yang menganggur tentu menjadi beban bagi mereka.
Adakah rektor merenungkan atau menyeminarkan masalah lulusan universitas yang menganggur di menara gading kampus? Jika jawabannya tidak, maka itu sungguh menyakitkan bagi alumni yang belum mendapatkan pekerjaan.
4 Solusi Mengatasi Pengangguran
Pada bagian ini ditawarkan beberapa alternatif solusi bagi rektor untuk menangani persoalan pengangguran dari lulusan universitas di Aceh.
Pertama, rektor perlu melakukan revisi kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Dalam hal ini, rektor perlu menempatkan wakil rektor bidang akademik dari sosok yang paham ilmu kependidikan dan dunia kerja global.
Kedua, rektor perlu memiliki jaringan dengan perusahaan-perusahaan nasional dan multi-nasional guna memmagangkan mahasiswa di perusahaan tesebut dan selanjutnya berpeluang direkrut menjadi karyawan setelah wisuda.
Ketiga, rektor mesti berwawasan luas (visioner) dan memiliki jaringan internasional (international networking), terutama ke negara-negara maju di Eropa, Asia dan Australia. Dari sini rektor akan memperkenalkan pengalaman dan atau informasi mengenai tata cara mendapatkan pekerjaan di negara-negara maju.
| Earth Day: Saatnya Pendidikan Menjawab Krisis Lingkungan |
|
|---|
| Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA |
|
|---|
| Framing Negatif JKA, Strawman Fallacy Paling Telanjang |
|
|---|
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Redha-R-Thogam-SSosI-SPPSM.jpg)