Berita Banda Aceh

NasDem Nilai Pasangan Anies Baswedan-Cak Imin Sangat Ideal untuk Aceh, Ini Alasannya

Pernyataan ini karena menurut Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Taufiqulhadi, kedua tokoh tersebut memiliki latar belakang yang sangat sesuai dengan sifat

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Mursal Ismail
SERAMBI/SYAMSUL AZMAN
TEUKU TAUFIQULHADI, Ketua NasDem Aceh 

Pernyataan ini karena menurut Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Taufiqulhadi, kedua tokoh tersebut memiliki latar belakang yang sangat sesuai dengan sifat masyarakat Aceh.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Teuku Taufiqulhadi menilai bacapres dan bacawapres, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) merupakan pasangan sangat ideal untuk Aceh.

Pernyataan ini karena menurut Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Taufiqulhadi, kedua tokoh tersebut memiliki latar belakang yang sangat sesuai dengan sifat masyarakat Aceh.

"Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Sebuah penggabungan yang sangat baik karena keduanya adalah anak umat," kata Taufiqulhadi kepada Serambinews.com, Minggu (3/9/2023).

Taufiqulhadi kemudian menjabarkan latar belakang mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Anies Baswedan yang kuliah S1 di UGM dan doktornya dalam bidang kebijakan publik di Universitas Northern Illinois, Amerika Serikat, lahir dari rahim HMI, sebuah organisasi mahasiswa Islam yang berpengaruh dan menjadi sumber pemimpin umat dan bangsa Indonesia.

Sedangkan Muhaimin Iskandar, yang juga kuliah di UGM, pernah menjadi Ketua Umum PMII, sebuah organisasi mahasiswa Islam yang menjadi sumber kader bagi organisasi NU dan bangsa Indonesia. 

Baca juga: Hingga Agustus Ternyata Realisasi APBA Masih 50,48 persen, Jubir MTA: Normal dan Terkendali

"HMI dianggap lebih cenderung kepada pembaharuan dalam Islam, sementara PMII, yang menjadi anak NU, dianggap sebagai pendukung Islam Salafiyah di Nusantara," ucap mantan anggota DPR RI ini.

Semua pondok pesantren di bawah naungan NU disebut pondok pesantren salafiyah, yang artinya sangat mempertimbangkan ortodoksi dalam pengajaran Islam.

"Semua pesantren di nusantara bersikap dan bersifat sangat toleran, dan Muhaimin mewarisi ortodoksi Islam sekaligus bersikap sangat toleran," sambung dia.

Sedangkan Anies Baswedan, yang penuh kesadaran memilih HMI karena memang pengaruh kecenderungan keluarganya kepada gagasan-gagasan pembaruan dalam beragama. 

Selain itu, kakeknya, Abdurrahman, adalah pejuang kemerdekaan.

Maka keluarga Baswedan dan Anies sendiri sangat menyadari arti nasionalisme Indoneia, karena kakeknya ikut memperjuangkannya dulu. 

Baca juga: VIDEO - Ketua PAS Akhyar Kamil Bantah Terlibat Dalam Peredaran Tramadol

Jadi Anies selain mewarisi sikap nasionalisme yang tinggi, juga memiliki kesadaran tentang Islam yang dalam. 

"Maka dapat kita katakan, kedua mereka ini merupakan paduan yang lengkap dalam konteks kekenian Indonesia, sangat sadar tentang keumatannya, sangat mencintai tanah airnya, ditambah terbuka dan toleran," sebut Taufiqulhadi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved