Berita Banda Aceh

Korban TPPO di Kamboja Dipulangkan ke Aceh, Ibunya Menangis dan Memeluk Anaknya Saat Bertemu

Korban TPPO di Kamboja Dipulangkan ke Aceh, Ibunya Menangis dan Memeluk Anaknya Saat Bertemu

Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HO
KORBAN TPPO - Seorang warga Kabupaten Aceh Barat dengan inisial MIS (24), korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja berhasil dipulangkan dan tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar, Jumat (29/8/2025). Anggota DPD RI H Sudirman Haji Uma turut membantu dan menfasilitasi pemulangan korban. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Seorang warga Kabupaten Aceh Barat dengan inisial MIS (24), korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja berhasil dipulangkan dan tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar, Jumat (29/8/2025). 

Korban tiba di bandara SIM sekitar pukul 15.00 WIB menggunakan pesawat Super Air Jet dari Bandara Soekarno Hatta, Banten. 

Kedatangan korban disambut oleh pihak keluarga, Staf Ahli H. Sudirman Haji Uma, Anggota DPD RI asal Aceh serta tim Desk Help Balai Pelayanan, Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh

Rute panjang harus ditempuh korban MIS hingga tiba di Aceh. Tanggal 27 Agustus 2025, korban menuju Thailand.

Sehari kemudian baru melanjutkan penerbangan ke Indonesia via Bandara Soekarno Hatta, Banten yang juga disambut dan difasilitasi oleh Staf Ahli anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman Haji Uma. Setelah menginap semalam, baru dilanjutkan ke Aceh. 

Baca juga: Korban TPPO asal Aceh Menangis di Bandara Soetta Tanpa Uang, Pakaian Ganti, dan Makanan

Berdasarkan informasi keluarga korban, kepulangan korban dari Kamboja hingga tiba di Aceh tidak terlepas dari biaya hasil donasi dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Indonesia (YLBH-KI) Perwakilan Aceh Barat sebesar Rp 8.6 juta. 

Bantuan lain berasal dari H. Sudirman Haji Uma, anggota DPD RI dapil Aceh berupa biaya hotel di jakarta, biaya tiket pesawat dari Jakarta ke Aceh beserta biaya makan untuk korban. 

Selain itu, Haji Uma juga ikut membantu fasilitasi saat korban melalui stafnya, baik saat korban tiba di Jakarta maupun di Aceh.

Kepulangan MIS disambut rasa haru pihak keluarga. Tangis ibundanya pecah tak tertahankan dan langsung memeluk erat anaknya begitu bertemu di Help Desk BP3MI. 

Baca juga: Haji Uma Minta Korban TPPO Warga Aceh di Kamboja Segera Dipulangkan

Suasana yang sama juga terjadi kala MIS bertemu abangnya beberapa waktu kemudian. Rasa bahagia terlihat jelas raut wajah mereka.

Abang ipar korban yang mewakili keluarga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak atas kepedulian dan bantuan semua pihak yang telah membantu proses kepulangan MIS, terutama YLBHI-KI kantor perwakilan Aceh Barat dan anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman Haji Uma

Selain itu, ia juga mengimbau bagi masyarakat Aceh yang ingin bekerja di luar negeri agar menempuh jalur legal, seperti melalui BP2MI. 

"Mewakili keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pemulangan adik kami, terutama Haji Uma dan tim serta YLBHI-KI yang telah mengumpulkan donasi untuk biaya pemulangan sehingga hari ini dapat tiba dan berkumpul kembali bersama keluarga. 

Bagi masyarakat Aceh yang ingin bekerja diluar negeri, baiknya melalui jalur resmi", ucap Azhar, abang ipar korban. 

Sementara itu, MIS pada kesempatan yang sama juga menyampaikan himbauan bagi seluruh masyarakat Aceh dan Aceh Barat khususnya agar senantiasa berhati-hati dan tidak mudah tergiur berbagai bentuk tawaran kerja diluar negeri dengan gaji tinggi. 

Baca juga: Mucikari TPPO di Pidie Masih Bawah Umur, Korban Dijual Via Aplikasi Chatting Online, MPU Prihatin

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved