Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Subulussalam

Ini Pelajar Alumni Darur Rahmah Sepadan Subulussalam yang Saat Ini Sedang Studi di Timur Tengah

Haji Rasyid Bancin (HRB) Pimpinan Pondok Pesantren Darur Rahmah Sepadan Subulussalam menggelar pertemuan dengan para pelajar asal Kota Subulussalam da

Tayang:
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Haji Rasyid Bancin (HRB) menggelar pertemuan dengan para pelajar asal Kota Subulussalam dan Aceh Singkil yang sedang menimba ilmu di Timur Tengah. Pertemuan yang dirangkai dengan jamuan makan tersebut berlangsung di Romansia  Restaurant, Kota Mekkah Al-Mukarramah, Kamis (7/9/2023) 

Haji Rasyid Bancin (HRB) Pimpinan Pondok Pesantren Darur Rahmah Sepadan Subulussalam menggelar pertemuan dengan para pelajar asal Kota Subulussalam dan Aceh Singkil yang sedang menimba ilmu di Timur Tengah.

SERAMBINEWS.COM, MEKKAH – Sejumlah alumni Pondok Modern Darur Rahmah Sepadan, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam berhasil melanjutkan pendidikan hingga ke Timur Tengah.

Pimpinan Dayah Darur Rahmah Sepadan, Haji Rasyid Bancin kepada Serambinews.com, Kamis (7/9/2023) mengatakan selain menembus sejumlah kampus di Indonesia serta lulus di kepolisian dan TNI, tak sedikit melanjutkan pendidikan ke Mesir hingga Turki. 

Hal itu disampaikan dalam keterangan persnya kepada Serambinews.com usai menjamu para pelajar asal Kota Subulussalam dan Aceh Singkil di salah satu restoran di Kota Mekkah. 

Haji Rasyid Bancin (HRB) Pimpinan Pondok Pesantren Darur Rahmah Sepadan Subulussalam menggelar pertemuan dengan para pelajar asal Kota Subulussalam dan Aceh Singkil yang sedang menimba ilmu di Timur Tengah.

Pertemuan yang dirangkai dengan jamuan makan tersebut berlangsung di Romansia  Restaurant, Kota Mekkah Al-Mukarramah, Kamis (7/9/2023).

Mereka yang dijamu adalah alumni pesantren/dayah putra-putri Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam yang sedang menjalani studi di Timur Tengah.

Baca juga: Cak Imin Akui Ada Dua Kasus yang Dihadapi Sudah Tuntas, Tapi Selalu Muncul Jelang Pemilu

Jamuan ini merupakan kesekian kali dilakukan Haji Rasyid Bancin.

Sebab, sudah menjadi kebiasaan ustaz yang akrab disapa HRB itu setiap berada suatu daerah di tanah air atau  berkunjung ke negara-negara tertentu dirinya menyempatkan waktu untuk menyambangi pelajar atau perantau yang berasal dari Aceh.

Pertemuan ini dia lakukan di sela-sela program perjalanan umrahnya bersama jamaah PT. Rasyindo Citra Sepadan (RCS), Kota Subulussalam.

Dalam pertemuan itu, HRB berdiskusi dengan mengajukan tentang konsep kemajuan dan pengembangan sektor pendidikan Islam di Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.

HRB juga memberi energi semangat agar pelajar bersungguh-sungguh menggali ilmu dan pengalaman serta menekankan agar tidak beralama-lama menyelesaikan studi.

Sebagai orang yang sudah mengalami nuansa perjalanan pendidikan di Timur Tengah, HRB menekankan kepada para pelajar agar tidak terlena dengan hal-hal yang membuat studinya lambat atau gagal dalam menyelesaikan.

Baca juga: Terbukti Bersalah Cekoki Kucing dengan Miras, 3 Wanita di Padang Divonis 2 Bulan Penjara

“Saudaraku harus memiliki planning kedepan dengan mengambil peran terhadap kemajuan daerah kelahiran khususnya di sektor pendidikan, sungguh ironi bagi sang putra daerah yang merasa puas menikmati perantauan sehingga mengabaikan tanah kelahirannya" ujar HRB.

Lebih jauh HRB memberi arahan kepada pelajar-pelajar yang hadir dalam pertemuan itu tentang potensi pesantren/dayah yang dapat mencetak generasi madani yang dibutuhkan negara saat ini.

Dikatakan, mereka yang dulunya dididik di dayah, dengan keberadaan di Timur Tengah disertai prestasi, tentu hal itu akan membanggakan daerah.

“Masyarakat pun semakin yakin dengan peran dayah sebagai lembaga pendidikan Islam yang benar-benar menjadi solusi permasalahan pendidikan di masa sekarang" terang Pimpinan Pondok Moderen Darur Rasyid Silatong, Kabupaten Aceh Singkil ini.

HRB  memotivasi para putra putri daerah untuk kembali ka kampung halaman mengambil peran dalam pengembangan dan kemajuan di sektor pendidikan

Pergerakan HRB ini telah terbukti membuahkan hasil gemilang, sejumlah putra putri daerah Singkil dan Subulussalam kembali ke kampung halaman untuk mengabdikan diri diberbagai lembaga pendidikan

Fenomena yang paling nyata dirasakan masyarakat terjadi di Pondok Pesantren Darur Rasyid Silatong, Kabupaten Aceh Singkil dan Sepadan, Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam.

Haji Rasyid juga menyampaikan soal sosok Direktur Pondok Pesantren Darur Rasyid, Ust.Andika Novriadi, M.Ag.

Putra Kelahiran Desa Siompin Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, merupakan praktisi berpengalaman bergerak disektor pendidikan pesantren selama 13 tahun di ibu kota provinsi Aceh.

Dia memiliki relasi luas di bidang kepengasuhan dan kepramukaan pesantren di wilayah Aceh, ia juga telah menjadi Dosen aktif di UIN Ar-Raniry

Ustaz Andika bermarga Cibro itu berhasil diboyong HRB kembali ke Aceh Singkil, bekerja sama membangun dan mengembangkan Pondok Pesantren Darur Rasyid.

Dalam kurun waktu tiga tahun sudah menoreh sejumlah prestasi akademik dan ekstrakurikuler, meraih akreditasi A dan baru-baru ini dipercayakan menjadi tuan rumah pelaksana Lomba Perkemahan Pramuka Santri LP3 Se-Sumatera

"Saya yakin, diluar sana, banyak putra putri Aceh yang memiliki potensi dan berpengalaman diberbagai keahlian dan disiplin ilmu, hanya saja mereka belum mendapat wadah untuk kembali ke daerah,” ungkap.

Pelajar daerah yang turut hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya, Teuku Riyan,alumni pertama PMDR SEPADAN yang kini  melanjutkan studi nya di kampus Al Azhar Cairo di jurusan akidah filsafat Semester akhir tingkat IV Riyan berasal dari Desa Silatong Kabupaten Aceh Singkil.

Kemudian M Fikri Hanafi Maha, alumni IV PMDR Sepadan yang kini sebagai mahasiswa Al Azhar Cairo di jurusan Syariah Islamiyah. Tingkat II semester 3. Fikri berasal dari Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam

Lalu M Novri Armanda, alumni ke 04  PMDR Sepadan yang kini melanjutkan studi nya di negara turkiy tepatnya di Eskisehir  Osmangazi Universitesi di jurusan Ilmu Pemerintahan dan politik Semester 3. Novri berasal dari Desa Lipat Kajang Kabupaten, Aceh Singkil

Selanjutnya adalah Tgk. H. Amaril Basyiriy, Lc  Alumni dari Pesantren Modern Misbahul Ulum di Lhouksemawe. Kini sebagai mahasiswa pascasarjana Universitas Al- Azhar Cairo, Mesir jurusan Syariah Islamiyah Takhassus Fiqh Syafi’i.

Dia menjadi ketua KMA (Keluarga Mahasiswa Aceh) periode 2019-2020. Menjadi petugas Haji Indonesia pada tahun 2022. Amaril berasal dari Desa Gunung Lagan Kab, Aceh singkil

Seterusnya Ust Taher Nemar,Lc. Alumni Pesantren Darul Muta'allimin Tanah Merah Aceh Sjngkil tahun 2011 sudah lulus S1 Fakultas dirasah Islamiyah Universitas Al Ahqaf Yaman. Dia berasal dari Desa Jabi jabi Kecamatan Sultan daulat Kota Subulussalam. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved