Jurnalisme Warga
Sepenggal Kisah Peserta KKN/PPL asal Umuslim di Thailand
Keduanya menghubungi saya untuk menceritakan kondisi dan sekilas pengalaman mulai dari keberangkatan sampai berada di Negeri Gajah Putih tersebut.
ZULKIFLI, M.Kom., Akademisi Universitas Almuslim, melaporkan dari Bireuen
Beberapa hari lalu saya menerima pesan WhatsApp (WA) dari mahasiswi Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, yang sedang mengikuti program terpadu kuliah kerja nyata/praktik pengalaman lapangan (KKN/PPL) dan magang di Provinsi Narathiwat, Thailand Selatan.
Mereka adalah Qurrata Ayun, mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan satu lagi Amelia Rizkiani, mahasiswi Prodi Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim.
Keduanya menghubungi saya untuk menceritakan kondisi dan sekilas pengalaman mulai dari keberangkatan sampai berada di Negeri Gajah Putih tersebut.
Sebenarnya, peserta program terpadu KKN/PPL dan magang di Thailand Selatan yang berasal dari Umuslim ada lima orang, yaitu Ramadan Ananda Herawan dari Prodi Informatika Fakultas Ilmu Komputer (Fikom), Amelia Rizkiani (Pendidikan Bahasa Inggris), Qurrata Ayun (Prodi PGSD), Aya Sofia (Pendidikan Biologi), dan Nazariah (Pendidikan Bahasa Inggris).
Qurrata Ayun bersama Aya Sofia ditempatkan di ban Bangodudung School, salah satu sekolah yang hanya mengelola pendidikan tingkat sekolah dasar.
Sedangkan kawan lainnya seperti Nazariah dan Amelia Rizkiani, ditempatkan di ban Bangkhook School dan Ramadan Ananda Herawandi di Charoensueksa School.
Menurut Qurrata Ayun, mereka diterima dengan sangat baik oleh masayarakat maupun murid sekolah di lokasi penempatan.
“Saya sangat senang, sangat bersemangat untuk melakukan pengabdian ini. Apalagi anak-anak di sekolah tempat saya mengajar sangat baik dan sopan, semuanya menerima kami dengan baik,” tulis Qurrata Ayun lewat WA kepada saya.
Menurut Ketua Bidang Divisi Pengabdian LPPM Umuslim, Drs Syarkawi MEd, mereka sudah berada di Thailand selama satu bulan. Keberangkatannya dilepas oleh Rektor Umuslim, Dr Marwan MPd, pada 2 Juli 2023 lalu.
Saat ini kondisi mereka di lokasi penempatan, tepatnya daerah Provinsi Narathiwat, Thailand Selatan, semuanya dalam kondisi sehat wal afiat dan lancar dalam melaksanakan proses pengabdian, sesuai program yang ditugaskan.
Menurut Syarkawi, pengiriman mahasiswa Umuslim mengikuti program terpadu KKN/PPL dan magang di Thailand, difasilitasi oleh organisasi Morally Right Has Peace In Life, sebuah organisasi bidang pendidikan swasta bekerja sama dengan Pemerintah Thailand Selatan.
"Organisasi ini juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga Pemerintah Thailand seperti imigrasi, lembaga pendidikan, termasuk KBRI (Konsulat RI) di Songkla," jelas Syarkawi.
Peserta ditempatkan di Provinsi Narathiwat, Thailand Selatan, selama empat bulan (3 Juli—1 Oktober 2023).
“Selama kegiatan mereka ditanggung akomodasi, konsumsi, uang saku dari sekolah lokasi penempatan,” jelas Syarkawi.
Tujuan dari program KKN/PPL ini, lanjut Syarkawi, selain mempererat silaturahmi juga untuk memajukan pendidikan, khususnya peningkatan perluasan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Bagi Qurrata Ayun dan Amelia Rizkiani, keberangkatan ke Thailand merupakan pengalaman kedua bagi mereka melawat ke luar negeri berkaitan dengan kampus (studi).
Sebelumnya mereka juga pernah berangkat ke Jepang mengikuti Program Pertukaran Pelajar Internasional di Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang.
Keberadaan di Jepang dalam rangka implementasi program kerja sama antara Universitas Almuslim dengan NGU Nagoya Jepang yang telah ditandatangani beberapa tahun lalu.
Menurut Qurrata Ayun, keberangkatan mereka ke Thailand dimulai dengan jalan darat dari Aceh ke Medan, Sumatera Utara, seterusnya terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia.
Saat keberangkatan ke Thailand, turut didampingi pihak kampus, yaitu Ketua Bidang Divisi Pengabdian LPPM Umuslim, Drs Syarkawi MEd.
“Kami berangkat melalui Bandara Kuala Namu tujuan Kuala Lumpur dengan waktu perjalanan lebih kurang1 jam 15 menit,” kata Qurrata Ayun.
Pengalaman berangkat ke Thailand, lanjut Qurrata, tentu sangat berbeda dengan keberangkatannya mengikuti program student exchange ke Jepang yang merupakan kerja sama antara kampus NGU Jepang dengan Umuslim.
Sesampainya di Bandara Kuala Lumpur, Qurrata cs bergabung dengan 78 mahasiswa lain dari 18 perguruan tinggi seluruh Indonesia yang mengikuti program tersebut.
Sesampainya di Kuala Lumpur, mereka menunggu bus jemputan yang akan membawa ke Thailand. Sempat menunggu bus sekitar dua jam untuk membawa rombongan ke Thailand Selatan.
Di saat menunggu itu pula mereka berkomunikasi dan berkenalan dengan sesama peserta yang berasal dari 18 perguruan tinggi lain se-Indonesia.
Keberangkatan ke Thailand menggunakan bus melalui rute Kuala Lumpur ke Thailand via Kelantan.
Hal ini karena posisi negara Thailand Selatan berada tepat di sebelah Kelantan, yaitu bagian laut timur Semenanjung Malaysia.
Perjalanan naik bus membutuhkan waktu kurang lebih 17 jam. Di perjalanan mereka sempat mengunjungi Kantor Perdana Menteri dan kerajaan di Malaysia.
Perjalanan sekitar 17 jam tersebut tentunya cukup melelahkan fisik, ditambah perjalanan dari Aceh yang hampir tujuh jam juga.
Namun, karena kepergiannya dalam satu rombongan dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan, perasaan senang bercampur haru sangat terasa. “Kecapekan tersebut seakan hilang seketika,” kata Amel Rizkina.
Setiba di lokasi seluruh mahasiswa yang ikut program ini diundang dalam acara penyambutan di Darussalam School, Narathiwat.
“”Kehadiran peserta mendapat sambutan hangat dari kalangan masyarakat hingga pemerintah Thailand,” ujar Syarkawi.
Pada saat pertemuan penyambutan mereka diberi kesempatan untuk dapat mengobrol/ berdialog langsung dengan Gubernur Narathiwat.
Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Qurrata Ayun sempat ditanyai oleh Gubernur Narathiwat, “Apa tujuan kamu pergi ke Thailand Selatan?”
Dengan perasaan sedikit gemetar, Qurrata Ayun langsung menjawab, “Selain untuk menambah pengalaman, relasi, dan ikut berkontribusi dalam program, saya juga ingin pengabdian saya bisa bermanfaat bagi yang lain, Selain itu, saya juga ingin masyarakat Thailand Selatan bisa mengambil manfaat dari kehadiran kami di sini.” Qurrata Ayun menjawab sambil mengulum bibir yang mulai terasa gemetar karena tidak menyangka mendapat pertanyaan dadakan dari seorang gubernur di luar negeri.
Di sisi lain, Direktur Sekolah Darussalam yang merupakan sekolah lokasi penyambutan peserta KKN/PPL, Frukkrudin Boto berharap agar program ini bisa berjalan sukses.
Apabila angkatan pertama ini sukses, katanya, maka programnya akan berlanjut dan lokasi penempatan juga akan diperluas lagi pada sejumlah daerah atau sekolah lain di wilayah di Thailand Selatan.
Menurutnya, program ini dapat membantu mahasiswa untuk berpikir terbuka dan bersedia menerima perbedaan, serta juga berfungsi untuk melatih cara berpikir kritis mahasiswa.
Selama di lokasi pengabdian, peserta diberi kepercayaan mengajar pada sekolah yang ditunjuk baik tingkat sekolah dasar maupun tingkat SMP di Thailand Selatan.
Selama mengikuti program program KKN/PPL di luar negeri, mereka akan dikonversikan jumlah satuan kredit semester (SKS) di perguruan tinggi asal (Umuslim), sesuai pedoman dan ketentuan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Selamat, semoga semuanya sukses.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/zulkifli-8383.jpg)