KUPI BEUNGOH
Di Balik Kritik Terhadap Mualem, Ada Perjuangan Besar untuk Aceh
Terpilihnya Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem sebagai Gubernur Aceh tentu membawa harapan besar bagi masyarakat.
Oleh: Saiful Bahri/Pon Yaya*)
Aceh adalah daerah yang “lahir kembali” melalui perdamaian. Setelah konflik panjang antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia, dunia menyaksikan lahirnya sebuah kesepakatan bersejarah melalui Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005.
Kesepakatan damai tersebut bukan hanya menghentikan konflik bersenjata, tetapi juga membuka jalan bagi pembangunan Aceh melalui kekhususan dan keistimewaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Aceh.
Salah satu bentuk nyata dari komitmen damai tersebut adalah pemberian Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh.
Dalam skema yang telah disepakati, Aceh menerima Dana Otsus sebesar 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) Nasional selama periode 2008 hingga 2022, kemudian menurun menjadi 1 persen untuk periode 2023 hingga 2027.
Dana inilah yang selama hampir dua dekade menjadi penopang utama pembangunan Aceh, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga program-program sosial masyarakat.
Baca juga: VIDEO - Mualem Pastikan Program JKA tetap Berjalan, Hanya Dievaluasi
Namun persoalan besar mulai muncul ketika masa berlaku Dana Otsus mendekati akhir. Banyak masyarakat Aceh khawatir terhadap masa depan fiskal daerah ini.
Kekhawatiran itu sangat beralasan, sebab struktur APBA selama ini masih sangat bergantung pada Dana Otsus.
Jika dana tersebut berakhir tanpa ada perpanjangan atau formulasi baru, maka Aceh akan menghadapi tekanan fiskal yang sangat berat.
Baca juga: Mualem Bahas Persoalan Aceh dengan Ulama Dari Isu Ekonomi hingga JKA
Dalam situasi seperti inilah kepemimpinan seorang gubernur benar-benar diuji.
Terpilihnya Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem sebagai Gubernur Aceh tentu membawa harapan besar bagi masyarakat.
Bukan semata karena sosoknya sebagai salah satu tokoh penting perdamaian Aceh, tetapi juga karena Mualem memahami secara langsung sejarah perjuangan rakyat Aceh dan akar persoalan yang dihadapi Aceh.
Tugas Besar Mualem
Memperjuangkan keberlanjutan Dana Otsus tentu menjadi salah satu tugas terbesar Mualem sejak awal menjabat sebagai Gubernur Aceh.
Baca juga: Ketua Umum KONI Aceh Pon Yaya Buka Musprov PABSI Aceh, Janji Perjuangkan Nasib Atlet Berprestasi
Ini tentu bukan tugas ringan, membujuk Pemerintah Pusat untuk memperpanjang Dana Otsus membutuhkan kemampuan politik, komunikasi nasional, jaringan, serta legitimasi moral yang kuat.
Tidak semua pemimpin memiliki kapasitas dan keberanian untuk berdiri di garis depan memperjuangkan hal sebesar ini.
| Dari PCOS Menuju Era PMOS |
|
|---|
| Mafia Sitasi Permalukan Pendidikan Aceh : Ketika Akademik Indonesia Terjebak Ilusi Scopusisasi |
|
|---|
| Perang dan Damai Bagian -19, Krisis Energi, Resesi Global dan Urgensi Perdamaian |
|
|---|
| JKA Kiamat Sebagai Program Sejuta Umat |
|
|---|
| Saatnya Aceh Berani: Membangun Pendidikan yang Berdaya Saing |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pon-Yaya-Ketua-KPA-Wilayah-Pasee.jpg)