Senin, 8 Juni 2026

Opini

Mengenal Kepribadian Nabi Muhammad saw

SUDAH menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai sosok idola dan panutan dalam perilakunya sehari-hari.

Tayang:
Editor: mufti
Dokumen Pribadi
Ketua MIUMI Aceh, Ustaz Dr Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA, menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Istiqamah Blower, Banda Aceh, Jumat (17/6/2022). 

Beliau menerima tamu, membelanjakan harta, dan memberi makan orang yang lapar, lebih memprioritaskan orang yang perlu dengan uluran tangannya, memberi kerabat dengan apa yang dimilikinya, dan menyantuni orang yang sedang kesusahan. Demikian itu karena beliau saw memberi tanpa mengharapkan imbalan selain dari Allah swt.

Nabi saw seorang da'i dan murabbi yang sempurna. Beliau bersikap lembut dalam memberikan dakwah dan tarbiyah (pendidikan). Beliau menyentuh kalbu manusia dengan cara yang paling lembut. Allah swt berfirman mengenai sifatnya, “Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Ali Imran: 159).

Beliau seorang da'i yang paling sukses yang menerapkan metode dakwah sebagaimana perintah Allah swt, "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik." (An-Nahl: 125). Nabi saw merupakan orang yang paling agung dalam mempraktikkan Al-Quran. Beliau mendidik para sahabatnya melalui keteladanan yang hidup dan terperagakan melalui dirinya.

Beliau menyeru mereka untuk bertakwa kepada Allah swt, maka beliaulah orang yang paling takwa di antara mereka. Beliau melarang mereka terhadap sesuatu, maka beliaulah orang yang paling menjauhinya. Beliau memerintahkan mereka untuk berakhlak mulia, maka ternyata beliau adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara mereka.

Nabi saw menganjurkan kepada mereka untuk memperbanyak ibadah, zikir, istigfar dan taubat kepada Allah swt, maka ternyata beliau orang yang paling banyak ibadah, zikir, istigfar dan taubat, meskipun sudah dapat jaminan masuk Surga. Nabi saw menasihati mereka untuk bergaul dengan baik terhadap keluarga, maka ternyata beliau adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya dalam hal kasih sayang, kelembutan dan kemesraannya. Begitu pula dalam berbuat baik terhadap tetangga dan orang lain.

Nabi saw seorang pemimpin sejati. Kepemimpinan beliau patut dicontoh oleh para pemimpin saat ini. Beliau pemimpin yang cerdas, jujur, amanah dan adil, bukan pemimpin yang bodoh, dusta, korup, khianat dan zalim.
Beliau pemimpin yang berani menegakkan syariat Islam di muka bumi ini, membela kebenaran dan menghancurkan kebatilan, bukan pemimpin pengecut dan takut kehilangan jabatan karena menegakkan syariat Allah swt. Beliau pemimpin yang pemurah dan peduli rakyat, bukan pemimpin yang kikir dan hanya memperkaya diri, keluarga dan kelompoknya.

Beliau pemimpin yang wara’ dan bertakwa, bukan pemimpin yang fasiq dan munafik. Beliau pemimpin yang tawadhu’, bukan pemimpin yang sombong dan angkuh. Beliau pemimpin yang murabbi  dan mualim, bukan pemimpin yang hanya pandai bicara dan perintah saja. Beliau pemimpin yang sederhana dan zuhud, bukan pemimpin yang hidup mewah dan menghambur uang rakyat untuk kepentingan pribadi, keluarga dan golongannya.

Sebagai penutup, mari kita menjadikan Nabi saw sebagai panutan dan idola dalam kehidupan kita sehari-hari, agar kita hidup bahagia dan selamat di dunia dan di akhirat. Menjadikan Nabi saw sebagai panutan dan idola berarti mengikuti sunah beliau, baik dalam ibadah, muamalah maupun akhlak. Semoga kita termasuk orang-orang yang mencintai Nabi saw sehingga  dimasukkan oleh Allah swt ke dalam Surga-Nya dan dikumpulkan bersama Nabi saw. Amin!

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved