Berita Banda Aceh
Kuliah Umum FT USM Hadirkan Pembicara Pengelola Sampah Pasca Perang Ukraina-Rusia
"Granat ditaruk dalam buku, di tanam dalam tanah, sebelum masuk tim pengelolaan sampah, dibersihkan dulu granat dan amunis, baru bisa masuk,"
Selama bekerja di bekas perang, tantangan yang ditemukan di Ukraina ada tiga hal.
Pertama: kondisi darurat perang. Drone yang ditembak ke Ukraina, begitu ditembak mulai di identifikasi dan bunyi larm bertanda supaya masyarakat bersembunyi masuk ke dalam bungker.
Kedua: Kebakaran àlat perang dan bekas mortil yang tidak meledak.
"Mortil sekarang getaran saja sudah meledak", lanjut Faisal.
Baca juga: Ini Daftar Instansi yang Buka Formasi CPNS 2023, Ada 14 Kementerian/Lembaga, Terbanyak Kemendikbud
Ketiga: Tantangan lain adalah salju dan cuaca ekstrem. Kalau dingin tidak tau kemana, dimana mana dingin.
Turunnya salju menyebabkan bekas sampah perang tertutup salju, terang Faisal Ridwan di hadapan seratusan mahasiswa FT USM.
Acara tersebut dibuka oleh Dekan FT USM, Eka Marya Mistar, MT, Ph.D. didampingi oleh Ir. Vera Viena, MT Ketua Prodi Teknik Lingkungan USM. Moderator acara kuliah umum Dr. M. Nizar, MT.
Peserta acara berasal dari Dosen Prodi Teknik Lingkungan, Prodi Teknik Komputer, Prodi Teknik Indsutri dan Prodi Teknik Kimia serta seratusan mahasiswa Fakultas Teknik USM.(*)
Baca juga: Ketua KONI Aceh Was-Was Terkait PON XXI, Minta Pemerintah Kaji Ulang: Apakah Bisa Ditunda Silahkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kuliah-umum_bencana-sampah-perang-ukraina-rusia.jpg)