Rabu, 22 April 2026

Bocah Kelas 5 SD Diduga Dicabuli 7 Orang di Cilacap, Korban Putus Sekolah, Camat Buka Suara

Kasus pencabulan sudah terjadi sejak korban duduk di bangku kelas 2 SD, namun baru terungkap pada September 2023.

Editor: Faisal Zamzami
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Pencabulan 

SERAMBINEWS.COM - Seorang bocah kelas 5 SD di Bantarsari, Cilacap, Jawa Tengah menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh 7 orang.

Kasus pencabulan sudah terjadi sejak korban duduk di bangku kelas 2 SD, namun baru terungkap pada September 2023.

Orang tua korban telah melaporkan kasus ini ke Polsek Bantarsari dan masih dalam proses penyelidikan.

Camat Bantarsari, Hari Winarno mengatakan kasus pencabulan telah dilaporkan sejak Rabu (27/9/2023) lalu.

Lantaran korban masih di bawah umur, kasus ini diserahkan ke Polresta Cilacap untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hari Winarno menambahkan korban sudah putus sekolah sejak kelas 4 SD atau setahun belakangan.

"Perlu diluruskan, informasi yang viral di media sosial bahwa (pencabulan) dilakukan saat anak duduk di kelas 3 - 5 SD itu salah, yang benar tidak bersekolah di SD tapi bersekolah di MI," paparnya, Selasa (3/10/2023), dikutip dari TribunBanyumas.com.

Terkait alasan putus sekolah, Hari Winarno belum dapat menjelaskan ada kaitannya dengan kasus pencabulan atau tidak.

Ia hanya mengetahui korban sempat mengalami kecelakaan yang mengakibatkan adanya gumpalan darah di otak yang mempengaruhi kerja syaraf.

"Jadi dia kelas 4 keluar sekolah, tetapi masih didalami penyebabnya, belum tentu pencabulan juga. Jadi masih didalami pihak kepolisian," lanjutnya.

Baca juga: Tangis Santriwati Korban Pencabulan Pimpinan Ponpes di Sumbawa: Motif Ruqyah Ternyata Ditindih

Menurutnya, petugas kepolisian masih menyelidiki kebenaran adanya kasus pencabulan yang sudah dilaporkan orang tua korban.

"Kalau pertanyaannya benar atau tidak terkait kasus pencabulan, ini ranahnya Polisi."

"Namun betul, ada laporan pengaduan dugaan pencabulan," tuturnya.

Setelah adanya laporan kasus pencabulan, korban menjalani visum di RSUD Cilacap.

"Kemudian karena ada beberapa pertimbangan dari pihak penyidik, anak juga diperiksakan ke Psikolog RSUD Cilacap," imbuhnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved