Breaking News

Berita Sabang

Arus Penumpang Lintas Sabang-Banda Aceh Sepi, Kapal Ferry Tetap Berlayar Normal

"Meskipun jumlah penumpang sepi, ASDP tetap berkomitmen akan terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang kapal," ujarnya. 

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
Serambinews.com
Suasana di kabin kendaraan KMP BRR yang berlayar dari Pelabuhan Balohan Sabang menuju Ulee Lheue, Minggu (8/10/2023). 

Laporan Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Kondisi penumpang kapal penyeberangan Pelabuhan Balohan Sabang-Ulee Lheue Banda Aceh dan sebaliknya, sepi pada Minggu (8/10/2023). 

Menurut pantauan Serambinews.com di lokasi, terlihat pintu masuk pelabuhan, loket penjualan tiket, ruang tunggu keberangkatan kapal, hingga di dalam kapal tampak sepi.

Hanya ada beberapa penumpang yang terlihat dan puluhan kendaraan yang terparkir rapi di dalam kapal. 

Agus, salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) KMP BRR saat dijumpai Serambinews.com menjelaskan, sepinya penumpang kapal lambat itu dikarenakan belum masuk waktu libur panjang bagi pekerja. 

Ia menyebutkan, kondisi seperti itu normal bila tidak ada libur Panjang, apalagi Sabang sebagai kota wisata.

“Akan tetapi khusus di weekend agak sedikit meningkat dibandingkan hari biasa," kata Agus. 

"Meskipun jumlah penumpang sepi, ASDP tetap berkomitmen akan terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang kapal," ujarnya. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan, ASDP tetap mengoperasikan 2 unit Kapal Ferry dengan perjalanan 3 trip dan dibantu dengan kapal cepat masing-masing 3 trip perjalanan.

“Setiap hari, 3 trip perjalanan bagi Kapal Ferry atau Kapal RoRo dan penambahan 3 unit kapal cepat dengan trip yang sama," tutupnya.

Amatan Serambinews.com, Minggu (8/10/2023), beberapa penginapan di Sabang memang terlihat sepi pengunjung.

Salah satunya penginapan Muslimah Hotel yang berada di Jalan Tengku Chik Ditiro, Kuta Ateuh, Sukakarya, Kota Sabang

Diah Novritaria, Owner Muslimah Hotel kepada Serambinews.com mengatakan, penginapan mereka sepi sejak beberapa minggu lalu.

"Kondisi ini sudah 1 bulan kurang lebih. Memang sangat sepi pengunjung," kata Diah kepada Serambinews.com.

Menurutnya, sepinya booking penginapan saat ini disebabkan tidak adanya libur panjang sehingga kurang wisatawan untuk berkunjung.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, permintaan kamar mengalami peningkatan hanya pada Jumat petang, karena Sabtu dan Minggu hari libur, selain itu sepi pengunjung.

Tak hanya penginapan mereka, semua penginapan di Sabang, menurut Diah, juga mengalami hal yang sama. "Sama semuanya, semua sepi," kata Diah.

Sementara itu, menurut amatan Serambinews.com, selama bulan September hingga Oktober, sejumlah objek wisata di Kota Sabang tampak sepi pengunjung.

Akibatnya, pengelola wisata mengalami penurunan pendapatan.

Salah satunya seperti yang terjadi di kawasan wisata Pantai Iboih Sabang.

Situasi dan kondisi di objek wisata tersebut tampak sepi. 

Ketua Pokdarwis Iboih, Tarmizi mengatakan, objek wisata di Iboih relatif lebih sepi dibandingkan saat masuk hari libur panjang bagi pelajar dan ASN. 

"Ini memang sudah masuk bulan sepi, bahkan saat weekend Jumat dan Sabtu ini juga nggak ada peningkatan signifikan," ungkap Tarmizi. 

Menurutnya, faktor belum masuknya jadwal libur bagi para ASN dan pelajar menjadi penyebab rendahnya kunjungan wisatawan ke Sabang

Tarmizi menyebutkan, kunjungan diprediksi mulai melonjak saat memasuki tahun baru nanti.

Sebab saat memasuki momentum tahun baru, orang-orang biasanya memilih Sabang sebagai pilihan untuk liburan dalam merayakan tahun baru bersama sanak family. 

Menghadapi puncak kunjungan wisatawan di waktu yang sudah diprediksi itu, pihaknya mempersiapkan diri dengan perbaikan fasilitas umum maupun penginapan disekitar. 

“Ya sekarang kita manfaatkan untuk beres-beres dulu," ujar Tarmizi.(*) 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved