Jurnalisme Warga

Tetap Sehat Mental Saat Jadi Mahasiswa Baru

Berdasarkan data statistik dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terdapat sekitar 17,1% penduduk Indonesia menderita gangguan mental dalam be

Editor: mufti
IST
WIDIA SAFIRA, Mahasiswi Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh, melaporkan dari Banda Aceh 

WIDIA SAFIRA, Mahasiswi Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh, melaporkan dari Banda Aceh

Di Indonesia sekarang kesehatan mental adalah salah satu isu yang semakin mendesak. Dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya prevalensi gangguan mental di negara ini telah menarik perhatian para peneliti dan praktisi kesehatan.

Berdasarkan data statistik dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terdapat sekitar 17,1 persen penduduk Indonesia menderita gangguan mental dalam berbagai bentuknya.

Dalam kehidupan manusia, kesehatan mental merupakan salah satu aspek yang penting. Akan tetapi, fakta menunjukkan bahwa prevalensi gangguan mental masih dalam kategori tinggi. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa prevalensi gangguan mental yang paling mendominasi adalah depresi dan kecemasan.

Adapun gangguan kecemasan di seluruh dunia sebanyak 200 juta orang dengan jumlah 3,6 % . Bahkan dari 322 juta orang di seluruh dunia didapatkan 4,4 % menderita depresi yang didominasi oleh wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat.

Di Indonesia sendiri, depresi menjadi pemicu utama terjadinya bunuh diri yang berakibat pada kematian di mana ditemukan kasus hampir 8.000 kejadian bunuh diri setiap tahunnya.

Tingginya  prevalensi gangguan mental menyebabkan terganggunya berbagai aspek kehidupan seseorang, seperti kualitas hidup yang rendah, buruknya hubungan interpersonal, dan rendahnya produktivitas.

Dalam realitas kehidupan sehari-hari, seseorang sering kali dihadapkan pada berbagai tekanan dan tantangan yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Pada mahasiswa misalnya, di mana mahasiswa dikategorikan masih dalam rentang usia perkembangan remaja akhir hingga dewasa awal.

Pada periode ini kesehatan mental dapat berfluktuasi disebabkan untutan hidup, masalah, dan perubahan suasana hati yang belum stabil. Pada fase ini, seseorang rentan mengalami masalah kesehatan mental yang dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Di usia ini pula, seseorang mulai hidup terpisah dengan keluarganya sehingga tuntutan untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru pun tidak dapat dielakkan.

Terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental mahasiswa, salah satunya adalah kemampuan mereka dalam menyesuaikan diri.

Hal pertama yang menjadi tugas mahasiswa ketika berada di lingkungan baru dengan berbagai karakter dari berbagai daerah, yaitu harus segera dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus.

Penyesuaian diri melibatkan kemampuan mahasiswa untuk hidup dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sekitar sehingga mereka dapat merasa puas dengan diri sendiri dan lingkungannya.

Penyesuaian diri menjadi faktor penting yang membantu mahasiswa ketika berada di tengah masyarakat yang dinamis. Lingkungan dan situasi sering berubah dan penyesuaian diri menjadi proses psikologis di mana individu mengubah perilaku, pola pikir, dan emosi mereka agar sesuai dengan tuntutan lingkungan. Untuk mencapai penyesuaian diri yang baik, seseorang perlu menemukan keseimbangan antara diri mereka dan lingkungan sekitarnya, memastikan bahwa kebutuhan individu terpenuhi, dan memastikan bahwa fungsi dan kebutuhan individu berjalan dengan baik.

Seseorang yang berhasil menyesuaikan diri dengan baik memiliki kemampuan untuk mencapai tingkat keakraban yang sesuai dalam menjalin hubungan sosial. Seseorang cenderung merasa nyaman dan percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain, serta memiliki kemampuan dalam mengelola dan membangun hubungan dengan mereka.

Selain itu, keakraban juga mampu membuat orang-orang di sekitar merasa nyaman dan terhubung dengan satu sama lain. Akan tetapi, tidak semua orang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Ada juga yang kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved