Bimbingan Teknis

Dinas Pendidikan Aceh Gelar Bimbingan Teknis Penyusunan Anggaran BLUD

Dr Asbaruddin dalam pengarahannya mengatakan, Bimbingan Teknis Penyempurnaan Tarif Sebagai Dasar Penyusunan Bisnis Anggaran (RBA) Pendapatan dan Penge

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBI INDONESIA
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTPK) Dinas Pendidikan Aceh, menggelar Bimbingan Teknis Penyusunan Dasar Penyempurnaan Tarif Sebagai Dasar Penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) Pendapatan dan Pengeluaran, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). 

SERAMBINEWS.COM - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTPK) Dinas Pendidikan Aceh, menggelar Bimbingan Teknis Penyusunan Dasar Penyempurnaan Tarif Sebagai Dasar Penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) Pendapatan dan Pengeluaran, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Acara ini dibuka oleh Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Dr Asbaruddin, di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Rabu (11/10).

Acara ini berlangsung hingga Kamis (12/10), diikuti oleh seluruh Perwakilan SMK Aceh yang telah terverifikasi dan sudah ditetapkan status SMK menjadi BLUD.

Dr Asbaruddin dalam pengarahannya mengatakan, Bimbingan Teknis Penyempurnaan Tarif Sebagai Dasar Penyusunan Bisnis Anggaran (RBA) Pendapatan dan Pengeluaran BLUD SMK yang kita lakukan hari ini, adalah salah satu upaya untuk menghasilkan produk teaching factory (TEPA).

Baca juga: Ronald Tannur Anak Anggota DPR RI Dijerat Pasal Pembunuhan, Keluarga Korban Ditawari Uang Damai

Teaching Factory merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik industri. Dan Siswa di SMK, biasanya terlibat dalam proses produk produk atau jasa yang nyata.

“Apalagi SMK tersebut, sudah jadi BLUD, “ kata Kabid SMK Dinas Pendidikan Aceh itu.

Asbaruddin mengatakan, butuh keseriusan,  dalam menjalankan BLUD. Dan proses itu, harus sejalan antara jurusan dengan produk atau jasa yang akan dihasilkan.

Pendekatan pembelajaran yang dirancang harus memberikan pengalaman belajar nyata kepada siswa  di sekolah. Pengalaman ini hanya didapatkan dengan mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik industri.

Proses pembelajaran teaching factory, menurut Asbaruddin, harus dimonitor dan dievaluasi untuk memastikan program itu tetap relevan dan efektif.

Baca juga: Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Penyelesaian Pendidikan S2 dan S3, dapat Rp 25 JT, Kuota Ratusan

Dan yang tidak kalah penting, pembelajaran ini harus dapat memastikan produk yang dihasilkan , masing-masing sekolah memiliki pangsa pasar.

Seluruh BLUD SMK, pinta Asbaruddin, melakukan penelitian pasar dan mengidentifikasi  produk atas jasa di wilayah komunitas  masing-masing.

Dia juga meminta sekolah berstatus BLUD  bekerja sama dalam urusan sumber daya  dan akses, sehingga mendukung pengembangan produk yang dihasilkan SMK.

Kepala UPTD PTKK Dinas Pendidikan Aceh, Azizah, selaku Ketua Panitia Kegiatan menjelaskan, bahwa kegiatan ini digelar untuk memberikan panduan kepada seluruh SMK dalam menyempurnakan lampiran draft  pergub tarif, yang kemudian ditetapkan dengan pergub tarif dan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan Rancangan Bisnis Anggaran, terutama untuk SMK yang sudah  berstatus  BLUD.

Kegiatan ini, menurut Azizah, merupakan langkah penting dalam memastikan keberlanjutan dan transparansi dalam pengelolaan dana BLUD di dalam Satuan Pendidikan Kejuruan.  

Azizah juga berharap, kegiatan ini dapat membantu memastikan bahwa regulasi  dasar dalam menyiapkan penganggaran, pelaksanaan serta laporan dan evaluasi BLUD SMK dapat berjalan sesuai ketentuan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved