Konflik Palestina vs Israel

Misteri Bagaimana Hamas Bisa Masuki Wilayah Israel Mulai Terungkap, Ada Terowongan di Bawah Gaza

Namun, ternyata terdapat jaringan bawah tanah kedua yang oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) disebut sebagai “Metro Gaza”.

Editor: Faisal Zamzami
Uriel Sinai/The New York Times/Redux Via CNN
Terowongan Gaza saat coba ditelusuri oleh tentara Israel pada 2018. Jaringan terowongan panjang di bawah kota Gaza ini diyakini cara Hamas melakukan serangan ke area Israel. 

SERAMBINEWS.COM, GAZA - Serangan kejutan Hamas yang memasuki wilayah Israel di Gaza selain meluncurkan rudal sempat menjadi misteri.

Timbul pertanyaan bagaimana Hamas bisa masuk ke dalam wilayah Israel, yang terkenal memiliki keamanan perbatasan yang canggih pada Sabtu (7/10/2023).

Jawaban misteri itu diyakini adalah banyak sekali terowongan di bawah Gaza yang dikenal sebagai jalur yang digunakan untuk menyelundupkan barang dari Mesir, seperti dilaporkan CNN, Minggu (15/10/2023).

Terowongan itu juga beberapa kali digunakan untuk melakukan serangan ke Israel.

 
Namun, ternyata terdapat jaringan bawah tanah kedua yang oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) disebut sebagai “Metro Gaza”.

Metro Gaza merupakan labirin terowongan yang luas, beberapa kilometer di bawah tanah.

Terowongan itu digunakan untuk mengangkut orang dan barang, menyimpan roket dan amunisi, serta menampung pusat komando dan kendali Hamas.

Semua itu jauh dari pengawasan pesawat dan drone pengintai IDF.

Pada 2021, Hamas mengeklaim membangun terowongan sepanjang 500km di bawah Gaza, meski angka tersebut tidak jelas apakah akurat atau tidak.

Jika benar, maka terowongan bawah tanah Hamas itu berukuran kurang dari setengah panjang sistem kereta bawah tanah New York.

“Ini adalah jaringan terowongan yang sangat rumit, sangat besar di wilayah yang agak kecil,” ujar profesor dari Universitas Reichman Israel, Daphne Richemond-Barak, yang juga pakar perang bawah tanah.

Tidak jelas berapa besar biaya yang diperlukan untuk jaringan terowongan ini bagi Hamas.

Angka tersebut mungkin signifikan, baik dari segi tenaga kerja maupun modal.

Gaza telah berada di bawah blokade darat, laut dan udara oleh Israel sejak tahun 2007, dan diblokade darat oleh Mesir.

Sehingga diyakini tak memiliki jenis mesin besar yang biasanya digunakan untuk membangun terowongan jauh di bawah tanah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved