Berita Viral

Depresi Akibat Pacar dan Orangtua, 76 Siswa di Satu SMP Magetan Sayat Tangannya dengan Benda Tajam

Ketika ditanya alasan para siswa menyayat tangannya sendiri, mereka mengungkapkan bahwa depresi karena berbagai permasalahan.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
KOLASE SERAMBINEWS.COM/IST
(Foto Ilustrasi) Depresi Akibat Pacar dan Orangtua, 76 Siswa di Satu SMP Magetan Sayat Tangannya dengan Benda Tajam 

Maka dari itu, sebagai salah satu upaya untuk menangani kasus ini, Dinas Kesehatan akan melakukan bimbingan konseling terhadap siswa.

Dinkes akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Kemenag hingga Dinas PPKB dan dari pihak sekolah sendiri.

"Untuk sementara ini diputuskan akan dilakukan bimbingan konseling terlebih dahulu dengan psikolog terhadap siswa siswi yang menunjukkan tanda tanda tersebut," tandas Rohmat.

 

KEJADIAN SERUPA LAINNYA - Siswi di Bengkulu Alami Depresi Berat Usai Dirundung 4 Guru dan 9 Murid

Dikutip dari TribunMedan, empat oknum guru dan sembilan pelajar di Bengkulu, melakukan perundungan terhadap seorang siswi Kelas XII SMA.

Para pelajar ini membuli korban dengan kata-kata tidak pantas sedangkan guru memfitnah.

Akibat perlakukan tidak menyenangkan ini, korban diduga depresi dan tertekan.

Orang tua korban yang mengetahui anaknya diperlakukan semena-mena, langsung mendatangi sekolah SMA Negeri di Kota Bengkulu, Senin (31/7/2023).

Kedatangan orangtua korban tersebut, untuk meminta pertanggungjawaban pihak sekolah atas apa yang terjadi pada anaknya.

Selai itu orang tua korban juga meminta kepada pihak sekolah untuk meminta maaf atas perbuatannya yang telah dilakukan.

Video amatir yang beredar, terlihat empat orang remaja, tiga laki-laki dan seorang perempuan memegangi kaki dan tangan seorang perempuan berhijab dan melakukan pelecehan terhadap korban.
Ilustrasi perundungan (TRIBUN MEDAN)

Baca juga: Kasus Bullying di UIN Jambi, Korban Disalahkan karena Viralkan Video Perundungan di Lift

Serta menindak para pelaku yang diduga telah melakukan perundungan terhadap anaknya, selama 2 tahun terakhir.

"Anak saya menjadi korban perundungan, memang tidak secara fisik, namun secara verbal,”

“Anak saya dijauhi, difitnah, dikata-katai hal yang tidak menyenangkan dan itu dilakukan berulang-ulang," ungkap Hermika Media Sari, yang merupakan orang tua korban, Senin (31/7/2023).

Kejadian perundungan tersebut diduga sudah terjadi sejak 2 tahun terakhir, yaitu sejak korban masih duduk di bangku kelas X SMA.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved