Berita Viral

Depresi Akibat Pacar dan Orangtua, 76 Siswa di Satu SMP Magetan Sayat Tangannya dengan Benda Tajam

Ketika ditanya alasan para siswa menyayat tangannya sendiri, mereka mengungkapkan bahwa depresi karena berbagai permasalahan.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
KOLASE SERAMBINEWS.COM/IST
(Foto Ilustrasi) Depresi Akibat Pacar dan Orangtua, 76 Siswa di Satu SMP Magetan Sayat Tangannya dengan Benda Tajam 

Atas kejadian tersebut, korban menjadi takut untuk bertemu teman-temannya, bahkan belakangan sampai takut untuk pergi ke sekolah.

"Dampak kepada anak saya, itu dia jadi takut tiap mau ke sekolah, itu dampak yang nyata, terus kalau bertemu teman dia kecut, takut," kata Hermika.

Bukan hanya sesekali saja, namun berdasarkan informasi yang diterima orang tua korban anaknya sudah sangat sering mendapat perundungan dari teman di sekolahnya.

Mulai dari kejadian yang disaksikan oleh guru, disaksikan oleh siswa, bahkan samapai ada bukti rekaman atas perundungan yang dialami oleh korban.

"Saya dapat info ini bukan sekali dua kali tapi sudah sering, dari guru saksinya, dari murid, bahkan ada rekaman.Saya selaku wali murid, minta jangan sampai ada perundungan lagi," ujar Hermika.

Sementara itu, Kepsek SMA Negeri di Kota Bengkulu, Basuki Dwiyanto mengakui bahwa benar ada peristiwa perundungan yang dialami oleh salah satu muridnya.

Hari ini sebagai tindak lanjut, dirinya sudah memfasilitasi pertemuan antara orang tua korban dan oknum guru maupun oknum pelajar yang diduga menjadi pelaku perundungan.

"Hari ini kita sudah fasilitasi, kita pertemukan antara siswa maupun guru yang diduga melakukan perundungan, yang disampaikan keluarga korban, dan diakhiri dengan permintaan maaf," kata Basuki.

Atas kejadian tersebut, Basuki mengatakan, secara kelembagaan pihaknya pasti sangat menghindari adanya perbuatan perundungan.

Namun tentunya hal tersebut memang merupakan tugas yang berat apalagi mengingat para pelajar juga bukan hanya dididik di sekolah, namun juga dilingkungan tempat tinggalnya.

"Tapi secara kelembagaan kita tidak menginginkan ini terjadi. Anak kita ini butuh bimbingan, bukan hanya mengajar tapi dididik juga,”

“Namun namanya manusia mungkin dia memiliki keinginan yang baik, namun penyampaiannya yang nggak pas," ungkapnya. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved