Salam
Menjadi Tuan Rumah yang Baik
Seperti pengamalan di daerah lain, ada banyak manfaat menjadi tuan rumah pekan olahraga nasional (PON). Salah satunya, dinilai punya multiplier effect
Seperti pengamalan di daerah lain, ada banyak manfaat menjadi tuan rumah pekan olahraga nasional (PON). Salah satunya, dinilai punya multiplier effect terhadap ekonomi masyarakat. Belum lagi sebagian fasilitas yang dibangun, katanya akan tinggal dan bisa dimanfaatkan tuan rumah.
Maka tidak heran kalau sebelumnya berlomba-lomba menjadi tuan rumah untuk perhelatan event berskala nasional itu. Musyarawarah olahraga nasional luar biasa (Musornaslub) KONI Indonesia tahun 2018 kemudian menetapkan Aceh-Sumut sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024. Bidding atau penetapan tuan rumah PON XXI tahun 2024 ditentukan oleh peserta dari 34 provinsi se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, 24 April 2017.
Terpilihnya Aceh dan Sumut sebagai tuan rumah merupakan pengalaman pertama Indonesia menyelenggarakan PON di dua provinsi sekaligus. Selain memudahkan persiapan, pelaksanaan di dua provinsi juga sekaligus mengusung konsep kesetaraan dan keadilan. Kini semua provinsi lebih punya banyak kesempatan ‘merasakan manis-pahit’ atas pelaksanaan event nasional itu.
Kini, bagi Aceh juga sedikit pahit, karena anggaran sangat terbatas. Dana otonomi khusus Aceh turun 50 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Aceh kini bahkan kesulitan untuk membayar premi JKA tahun 2023 ke BPJS Kesehatan yang totalnya sebesar Rp 784,2 miliar.
Tentu, cerita pahit getir keuangan Aceh ini akan segera berlalu. Pimpinan tertinggi di negeri ini bertekad untuk menyukseskan PON tahun 2024 tersebut. Sejumlah langkah penting telah diambil, termasuk merasionalisasikan anggaran, dari Rp 1,2 triliun menjadi 800 miliar. Ada sharing bersama anggaran antara Pemerintah Aceh dan Pusat. Meski hingga kini belum jelas betul karena masih harus menunggu rapat terbatas bersama Presiden. Intinya, Aceh haruslah menjadi tuan rumah yang baik dalam perhelatan event nasional itu.
Sebagaimana diketahui, Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 Tahun 2024 wilayah Aceh mulai menyusun rencana induk (master plan) penyelenggaraan PON di Bumi Serambi Mekkah. Penyusunan tersebut dibahas dalam kegiatan rapat koordinasi dan bimbingan teknis yang digelar di Hotel Grand Nanggroe, Sabtu (21/10/2023).
Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki yang hadir dalam rapat tersebut, mengingatkan pengurus PB PON Aceh tentang pentingnya koordinasi dan sinkronisasi dalam bekerja. Komunikasi dengan KONI Pusat dan Kementerian Olahraga perlu terus dibangun supaya event nasional yang digelar di Aceh itu berjalan sukses.
Dalam kesempatan itu, Achmad Marzuki juga memberikan arahan langsung secara rinci pelaksanaan berbagai kegiatan. Mulai dari bidang pertandingan, acara, penyambutan tamu, kesehatan, informasi hingga transportasi. "Diatur bagaimana mekanisme penyambutan tamu, transportasi, para peserta yang perlu ikut upacara pembukaan yang mana saja," katanya.
Pj Gubernur Aceh berharap kegiatan rapat koordinasi dan bimbingan teknis ini diikuti dengan serius oleh PB PON wilayah Aceh, karena nantinya provinsi ini akan menerima tamu dari seluruh Indonesia. "Bimtek ini harus diikuti dengan serius, sebab kita akan menerima tamu dari seluruh Indonesia. Kita harus sukses prestasi, penyelenggaraan dan sukses administrasi," timpal Marzuki.
Dia juga berharap penyelenggaraan PON di Aceh dapat memajukan prestasi olahraga Aceh dalam beberapa tahun ke depan. Ia yakin dengan adanya venue olahraga terpusat warisan PON, prestasi olahraga Aceh akan meningkat. "Aceh dengan keterbatasan pada PON tahun lalu bisa meraih peringkat 12, tahun ini kalau kita serius bisa jadi masuk 5 besar. Kerjakan pekerjaan dengan baik dan berkualitas" pintanya.
Penjabat Gubernur Aceh itu juga meminta pengurus besar PON Aceh untuk menggunakan anggaran secara efektif. Anggaran yang digunakan harus tepat sasaran dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Semoga.(*)
POJOK
Persiraja juara paruh musim
Alhamdulillah
Golkar usung Gibran cawapres Prabowo
Sudah diduga
Nilai transaksi judi online tembus Rp 350 triliun
Luar biasa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bpbj-161023.jpg)