Salam
Beda Pilihan, Tetap Bersaudara
ADA 6 partai politik lokal (parlok) yang menjadi peserta Pemilu 2024 di Provinsi Aceh. Meski sama-sama lahir dari rahim “MoU Helsinki dan UUPA”, tapi
ADA 6 partai politik lokal (parlok) yang menjadi peserta Pemilu 2024 di Provinsi Aceh. Meski sama-sama lahir dari rahim “MoU Helsinki dan UUPA”, tapi partai-partai berbasis lokal Aceh ini punya sikap berbeda soal pilihan politik, termasuk dalam soal dukung mendukung calon pre-siden Republik Indonesia.
Jika Partai Aceh (PA) yang dipimpin Muzakir Manaf menyatakan du-kungannya ke pasangan Prabowo-Gibran, 3 parlok lainnya memilih men-dukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Sedangkan dua lagi, masing-masing mengaku netral dan masih ‘pikir-pikir’.
Meski tidak terlibat dalam koalisi usungan di tingkat nasional, na-mun parlok Aceh diakui punya peran signifikan bagi ketiga pasangan calon Capres-Cawapres 2024 untuk mendulang suara. Setidaknya hal ini diakui oleh calon presiden yang diusung dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto.
“... salah satu pendukung kita yang paling kuat adalah Mualem Par-tai Aceh dari Aceh. Terimakasih, Mualem,” ujar Prabowo saat berpida-to di depan pendukungnya, sesaat mendaftarkan dirinya menjadi pe-serta Pilpres 2024 bersama Gibran Rakabuming, Rabu (26/10/2023).
Mualem adalah panggilan kepada Muzakir Manaf mantan panglima GAM yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh (DPP PA). Dihubungi Serambi, Kamis (26/10/2023) Mu-alem mengatakan, Partai Aceh kembali mendukung Prabowo Subian-to sebagai capres, karena sejak dulu komit untuk kepentingan Aceh.
Berbeda dengan Partai Aceh, Partai Adil Sejahtera (PAS) yang dinakho-dai oleh Tu Bulqaini, telah menetapkan dukungan mereka untuk pasangan Anies-Cak Imin. “Kita dukung Anies Baswedan, alasan pertama kita lihat keberhasilan Anies memimpin Jakarta. Kedua, Anies orang sabar dan pe-maaf, banyak sekali orang yang fitnah Anies, tapi Anies berhasil melewati fase itu, bahkan sampai sekarang dia masih difitnah,” katanya.
Untuk diketahui, pada pemilu sebelumnya, Tu Bulqaini secara priba-di mendukung Prabowo. Lalu, apa alasannya mengubah dukungan kali ini? “Saya sayang orang yang kena fitnah, saya dulu dukung Prabowo karena saat itu Prabowo diserang kiri kanan, maka saat itu kita dukung Prabowo. Dan kita lihat saat itu, antara Jokowi dan Prabowo lebih baik Prabowo,” ujarnya.
Partai lokal lainnya, yakni Partai SIRA juga menegaskan akan mendu-kung Anies-Cak Imin. SIRA akan segera memutuskan hal itu dalam Ra-pimpus Partai SIRA yang akan digelar pada pertengahan November nan-ti. “Kita sudah menerima masukan dari semua kader, tapi belum kita ambil sikap. Kalau DPP sudah duduk internal, 90 persen sudah sepa-kat mengarah ke Anies,” kata Ketua PDA, Muslim Syamsuddin, didam-pingi Sekjen, Muhammad Daud.
Sementara Partai Darul Aceh (PDA) mengaku belum memutuskan arah dukungan mereka. Namun, aspirasi dari kader-kader di semua da-erah meminta agar PDA untuk mendukung pasangan Anies-Cak Imin. “Kita belum rapat, belum kita putuskan, tapi arah dukungan kita lihat ke Pak Anies dan Cak Imin. Mungkin ini akan segera putuskan,” ujar Ketua PDA, Tgk. H. Muhibbussabri A. Wahab.
Partai Nanggroe Aceh (PNA) yang dinakhodai oleh mantan juru propagan-da GAM, Irwandi Yusuf menyebutkan belum menentukan sikap. “Belum, kita belum menentukan sikap (dukungan), karena semua itu belum jelas, meski sudah didaftarkan masih bisa berubah,” sebut Irwandi.
Sementara itu, Partai Generasi Aceh Beusaboh Tha’at dan Taq-wa (Gabthat) mengaku akan bersikap netral pada Pilpres 2024, tidak mengarahkan dukungan ke calon tertentu. “Kita netral saja, siapa yang menang itulah yang terbaik,” kata Imam Besar (Ketua Umum) Partai Ga-bthat, Teungku H. Ahmad Tajuddin atau Abi Lampisang.
Perbedaan pilihan dan dukungan capres di antara partai politik lokal ini menunjukkan kedewasaan politik orang Aceh. Harapan kita, para po-litikus, tim kampanye, dan pendukungnya harus bersama-sama men-jaga koridor etika dan aturan main politik. Sudah tidak saatnya lagi menyebarkan hoax dan fitnah untuk menjatuhkan calon lain, apalagi sampai mengkafirkan dan memvonis pihak yang tidak memilih jagoan-nya akan masuk neraka.
Ingat, ini semua adalah politik, dan politik itu adalah jalan untuk me-wujudkan tatanan kehidupan manusia. Jadi, apapun pilihan kita jangan memaksakan kehendak kepada orang lain. Pilihan boleh beda, kita ha-rus tetap bersaudara.(*)
POJOK
PA ke Prabowo, 3 parlok dukung Anies
Ingat, apapun pilihannya, kita bersaudara
Sistem peringatan dini melalui siaran digital di-luncurkan di Aceh
Memang harus seureng tapeuingat, bek sampe keunong bencana
Polisi geledah dua rumah ketua KPK
Bueingat that that rakan beh, adak jeut beu juoh dari bala lagee nyoe rupa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Polresta-Banda-Aceh-perkuat-sinergitas-dalam-mengawal-Pemilu-2024.jpg)