Kupi Beungoh
Aceh dan Papua: Kaya, Terbuka, Ramah dan Ikhlas, Jangan Khianati!
Aceh selama bertahun-tahun mendapat gelar “juara pertama provinsi termiskin di Sumatera”. Sementara Papua tercatat sebagai “juara pertama termiskin...
Oleh: Hasan Basri M. Nur*)
Pada artikel sebelumnya di Rubrik Kupi Beungoh Serambi Indonesia edisi 28 Oktober 2023 bahwa orang Papua menganggap Aceh sebagai saudara karena memiliki persamaan perjuangan.
Tulisan kali ini mengulas tentang adanya persamaan lain antara Papua dan Aceh, terutama aspek kekayaan dan beberapa sifat kedua etnis ini.
Papua yang kini telah dibelah menjadi lima provinsi dikenal sebagai tanah yang luas, subur, dan kaya Sumber Daya Alam (SDA).
SDA paling fenomenal di tanah Papua adalah gunung (tambang) emas, perak, dan tembaga yang berpusat di Kabupaten Mimika yang dieksploitasi oleh PT Freeport Indonesia.
Tambang emas ini bagai tak pernah habisnya.
Buktinya ia telah digali sejak tahun 1967 tetapi hingga kini belum terlihat tanda-tanda akan berakhir.
Sepertinya halnya Papua, tanah Aceh juga dikenal kaya.
Kekayaan Aceh paling fenomenal adalah penemuan ladang minyak dan gas atau Liquefied Natural Gas (LNG) di kawasan Aceh Utara.
LNG ini diekplorasi oleh perusahaan asal Amerika Serikat yaitu Mobil Oil pada tahun 1971 dan kemudian diekploitasi oleh Perusahaan nasional yaitu PT Arun NGL pada tahun 1974.
Berawal dari PT Arun NGL, lalu sejumlah industri lain bermunculan di Aceh Utara, seperti Asean Aceh Fertilizer (AAF), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) I dan II, dan PT Kraft Kertas Aceh (KKA).
Sejak penyedotan migas Arun dimulai, Lhokseumawe dikenal sebagai Kota Petro Dollar, karena banyaknya pekerja asing dan tingginya gaji serta fasilitas mewah untuk karyawan.
Baca juga: Tokoh Papua Kecam Ucapan Rasis Letkol Tamami ke Praka Rian: Panglima TNI Diminta Bertindak
Kaya Tapi Miskin
Berbeda dengan tambang emas Papua, ladang migas Arun telah berakhir operasi pada 2015.
Migas Arun telah habis. Akan tetapi Aceh, terutama Aceh Utara, tetap tercatat sebagai kawasan miskin.
Aceh selama bertahun-tahun mendapat gelar “juara pertama provinsi termiskin di Sumatera”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/FKUB-2023-di-papua.jpg)