Kamis, 7 Mei 2026

OPINI

Team Learning dalam Optimalisasi Pelayanan Publik di Bidang Kesehatan

Menurut UU Nomor 25 Tahun 2009 pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Rizki Permatasari 

Oleh: Rizki Permatasari

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah kuala

PELAYANAN publik menjadi pelayanan mendasar pada masyarakat sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan oleh sebuah organisasi, baik dalam pemerintahan maupun pada sektor swasta.  Pelayanan publik mempunyai tujuan untuk menyediakan fasilitas demi terpenuhinya kesejahteraan sosial masyarakat dan bertanggung jawab atas pelayanan yang berkualitas.

Menurut UU Nomor 25 Tahun 2009 pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Pelayanan publik dikatakan baik jika memenuhi beberapa asas-asas kepentingan umum, kepastian hukum, kesamaan hak, keseimbangan hak dan kewajiban, profesional, partisipatif, persamaan perlakuan/ tidak diskriminatif, fasilitas, keterbukaan, akuntabilitas, dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan, ketepatan waktu, serta kecepatan kemudahan dan keterjangkauan.

Baca juga: Mahasiswa KKN Unimal Adakan Pelatihan Membuat Game Edukasi Berbasis Kuis Bagi Guru

 Dengan demikian, peningkatan kualitas di dalam pelayanan publik memerlukan strategi, salah satunya adalah dengan terbentuknya tim yang baik dan mau bekerjasama dalam perubahan agar pelayanannya menjadi optimal. 

Menurut Peter M. Senge di dalam bukunya yang berjudul The Fifth Discipline: The Art and Practice of The Learning Organization yang diperkenalkan pada tahun 1990 terdapat lima disiplin didalam berorganisasi yaitu salah satunya adalah Team learning.

Team learning adalah proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas keterampilan komunikasi dan keahlian berpikir, sehingga dapat menyelaraskan dan mengembangkan kapasitas dari anggota tim untuk mencapai tujuan yang diharapkan bersama.

Baca juga: Nepotisme Berdampak Buruk Bagi Generasi Milenial dan Gen Z

Team learning merupakan pembelajaran mendasar didalam suatu kelompok atau organisasi untuk mencapai tujuan dari sebuah tim ataupun organisasi seperti halnya dalam melakukan pelayanan publik dibidang kesehatan.

Dalam konteks pelayanan publik kesehatan, konsep team learning menjadi kunci penting dalam memperkuat kolaborasi antar berbagai sektor dan lembaga yang terlibat. Dengan fokus pada kompetensi masing-masing individu dari tim, pengalaman praktis, dan pemahaman akan kebutuhan masyarakat.

Pendekatan ini mendorong terciptanya sistem pelayanan yang lebih responsif, efektif dan efisien guna meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat melalui pendekatan yang holistik dan terintegrasi. Team learning juga memungkinkan para profesional kesehatan untuk berbagi pengetahuan, keterampilan, pengalaman di bidang masing-masing, menggabungkan keahlian, dan mengidentifikasi solusi terbaik untuk masalah kesehatan masyarakat yang kompleks.

Dengan mengintegrasikan perspektif dari berbagai bidang seperti kedokteran, keperawatan, administrasi kesehatan, ilmu sosial, dan bidang lainnya yang juga terlibat, tim dapat mengembangkan strategi dan bisa berinovasi.

Selain itu, kolaborasi yang ditingkatkan melalui team learning memungkinkan adanya koordinasi yang lebih efektif antara berbagai layanan kesehatan, mulai dari pelayanan primer hingga spesialistik. Dengan demikian, pelayanan kesehatan menjadi lebih terfokus dan dapat menjangkau masyarakat dengan lebih baik, terutama di daerah yang sulit diakses.

Penerapan team learning dalam pelayanan publik kesehatan juga memperkuat upaya pencegahan penyakit dan promosi kesehatan. Dengan berpusat pada pendekatan preventif, tim dapat bekerja sama dalam merancang program edukasi yang dapat mengurangi beban penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam upaya mendorong kinerja optimal dan pelayanan publik yang efektif, pengimplementasian konsep team learning diharapkan menjadi pendekatan yang memperkuat kolaborasi dan inovasi di kalangan institusi pemerintahan.

Melalui strategi ini, banyak keuntungan tercipta, termasuk dalam penyelesaian masalah yang lebih efektif, dan peningkatan pelayanan masyarakat secara keseluruhan. Terlebih lagi, melalui komunikasi yang terbuka, tim dapat mengembangkan solusi yang lebih inovatif dan responsif terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

Penerapan team learning juga memperkuat semangat dalam kerjasama diantara anggota tim, dengan memperkuat rasa saling percaya dan saling menghargai di antara anggota tim, terbentuklah lingkungan kerja yang nyaman, sehat dan saling mendukung antara tim.

Hal ini tidak hanya meningkatkan efektivitas tim, tetapi juga memperkuat komitmen kolektif untuk memberikan pelayanan publik yang unggul dan berkelanjutan.

Untuk memastikan keberhasilan penerapan team learning dalam pelayanan kesehatan publik, diperlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan, peneliti, pengambil kebijakan, dan masyarakat. Dengan mengutamakan pembelajaran tim, pelayanan publik kesehatan dapat terus berkembang dan beradaptasi untuk menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.

Pelatihan yang tepat, pengembangan keterampilan, dan pengelolaan konflik yang efektif juga menjadi kunci penting untuk mencapai keberhasilan dalam mengoptimalkan pelayanan publik. Melalui upaya bersama dan komitmen untuk terus belajar dan beradaptasi, pemerintah dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih baik.

Dengan demikian, diharapkan bahwa penerapan team learning akan secara keseluruhan meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan kesetaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved