OPINI
Pahlawan Wanita Aceh dari Dataran Tinggi Gayo
Peran wanita dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya wanita yang diberi gelar Pahlawan Nasional
Oleh: Thaila Nensis, S. ST,
Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
PAHLAWAN perempuan Indonesia berjuang dan berjasa sejak zaman penjajahan belanda hingga mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pahlawan terdahulu memberikan kontribusi besar dalam sejarah perjuangan nasional Indonesia. Dibalik kontribusi besar tersebut, tentunya tidak terlepas dari para pahlawan perempuan yang turut langsung dalam melawan penjajah.
Peran wanita dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya wanita yang diberi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah.
Para perempuan pejuang itu ada yang berjuang di masa penjajahan VOC, pemerintahan Hindia Belanda, hingga ketika perang revolusi mempertahankan kemerdekaan. Salah satu dari banyaknya wilayah di Indonesia yang memiliki pejuang wanita adalah Aceh.
Partisipasi mereka mematahkan anggapan bahwa perempuan hanya diperbolehkan berada di rumah saja. Indonesia memiliki banyak sekali pejuang perempuan dari berbagai daerah.
Baca juga: Mahasiswa Unigha Sigli Salurkan Bantuan Rp 40.575.000 untuk Palestina Melalui Ksatria Asar Humanity
Mulai dari Sabang sampai Merauke bersatu bersama dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan juga hak-hak rakyat yang dirampas oleh penjajah.
Pahlawan Wanita dari Aceh yang berasal dari tanah rencong sudah terkenal sejak dulu di dunia. Catatan sejarah pejuang wanita aceh dapat dilihat dari buku yang berjudul Atjeh yang ditulis oleh Hc Zentgraaf seorang sejarahwan asal belanda yang memperkenalkan istilah “Grandes Dames”(wanita-wanita besar).
Tokoh sejarah wanita Aceh yang terkenal dalam melawan penjajah yaitu diantaranya Laksamana Malahayati, Tjoet Nyak Meutia, Tjoet Nja’ Dhien, Pocut Meuligoë, Pocut Meurah Gambang,Pocut Baren dan Pocut Meurah Intan.
Sekian banyak nama wanita yang sering disebut sebagai tokoh wanita hebat di Aceh, ada satu nama yang tidak banyak diketahui dan bahkan jarang sekali disorot, yaitu Datu Beru.
Baca juga: Selama 3 Pekan, KNRP Pidie Kumpulkan Dana Peduli Palestina Rp 475.776.000
Nama Datu Beru sebenarnya merupakan sebuah gelar yang diberikan oleh orang-orang terdahulu yang kemudian melekat sampai sekarang.
Nama asli Datu Beru sendiri adalah Qurrata‘Aini. Gelar Datu Beru diberikan karena konon sampai akhir hayatnya, beliau tetap berstatus sebagai gadis atau belum menikah yang dalam bahasa Gayo wanita yang belum menikah disebut “Beru”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/F20231108th.jpg)