Breaking News

Kisah Inspiratif

Kisah Nurul Khalisa dari Aceh, Gagal Beasiswa 13 Kali Akhirnya Lolos ke Australia melalui LPDP

Nurul Khalisa atau akrab disapa Ica, wanita tangguh asal Aceh Utara menceritakan kisahnya lolos Beasiswa LPDP ke UNSW Australia usai 13 kali gagal.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Taufik Hidayat
FOR SERAMBINEWS.COM
Nurul Khalisa atau akrab disapa Ica, wanita tangguh asal Aceh Utara menceritakan kisahnya lolos Beasiswa LPDP ke UNSW Australia usai 13 kali gagal. 

Lulus dari UIN Ar-Raniry 2019 silam, Ica memutuskan ke Pare, Jawa Timur untuk mempelajari IELTS agar bisa mendapatkan LoA universitas.

Selama enam pekan ia berjuang secara intensif mempelajari IELTS, mulai dari pukul 06.30 WIB pagi hingga pukul 22.00 malam.

Setelah mendapat bekal, ia mencoba memberanikan diri mendaftar beasiswa Chevening pada 2019 lalu, namun percobaan pertamanya langsung gagal.

Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya, Ica mencoba peruntungan lain dengan mendaftar mendaftar beasiswa AAS di tahun yang sama, namun kembali gagal.

Bila diurutkan, ia telah mendaftar beasiswa sebanyak 13 kali beasiswa dan semuanya gagal.

Beasiswa tersebut di antaranya Chevening sebanyak dua kali pada 2019 dan 2020, beasiswa AAS sebanyak lima kali pada 2019, 2020, 2021, 2022, 2023.

Kemudian Beasiswa Fulbright sebanyak tiga kali pada 2019, 2020, 2021 dan Beasiswa LPSDM sebanyak satu kali pada 2021.

Akhirnya harga kerja keras dan perjuangan panjang Ica selama ini terbayar usai diumumkan lolos sebagai penerima Beasiswa LPDP batch II pada 7 November 2023 setelah sebelumnya sempat gagal pada batch I tahun 2023 dan 2022 lalu.

Ia diterima beasiswa reguler LPDP pada Prodi Master of Translation and Interpreting, The University of New South Wales (UNSW Australia) dengan LoA Unconditional atau surat masuk perguruan tinggi tanpa syarat dan mulai kuliah Februari 2024 mendatang.

“Berkat doa orang tua, serta usaha dan kesabaran yang saya miliki. Entah kenapa, pada percobaan ke 14 ini, Allah seolah mudahkan segalanya mulai dari pengisian aplikasi sampai proses wawancara,” ungkap Ica.

“Namun satu hal yang pasti, saya percaya ketenangan dan kelancaran proses yang saya lalui merupakan hasil dari 13 kali percobaan lainnya yang belum berhasil,” tambahnya. 

Tes yang ke 14 kali ini membuatnya lebih mudah memprediksi dengan tepat apa yang akan ditanyakan oleh pewawancara dan menjadi modal untuk Ica lebih percaya diri.

Pengorbanan Lolos Beasiswa

Jalan yang ditempuh Ica tidak mudah, ia harus berjuang mempersiapkan seleksi beasiswa sambil bekerja di empat instansi sekaligus.

“Perjuangan yang paling berat adalah saat saya harus mempersiapkan aplikasi beasiswa padahal saya bekerja pada empat instansi berbeda,” kenangnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved