Rohingya Terdampar di Bireuen

Pj Bupati Bireuen Minta Agar Pengungsi Rohingya Bisa Ditampung 2 Hari Lagi di Lapang Barat Gandapura

Hal ini sambil menunggu kebijakan dari pemerintah pusat untuk penanganan ratusan pengungsi etnis Rohingya itu. 

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS        
Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan, Senin (20/11/2023) sore, berdialog dengan Camat Gandapura, keuchik dan masyarakat Lapang Barat, UNHCR dan IOM, soal penanganan pengungsi Rohingya 

Hal ini sambil menunggu kebijakan dari pemerintah pusat untuk penanganan ratusan pengungsi etnis Rohingya itu. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Penjabat atau Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan PhD, meminta waktu dua hari lagi agar para pengungsi etnis Rohingya bisa  ditampung di tempat penampungan sementara di Desa Lapang Barat, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen

Hal ini sambil menunggu kebijakan dari pemerintah pusat untuk penanganan ratusan pengungsi etnis Rohingya itu. 

Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan, menyampaikan hal ini, Senin (20/11/2023) sore saat meninjau lokasi dan berdialog dengan Camat Gandapura, keuchik dan masyarakat Lapang Barat, serta UNHCR, IOM, TNI-Polri di lokasi penampungan Kuala Aron Puntong, Desa Lapang Barat.

"Saya Minta bantu kepada masyarakat agar Rohingya ini bisa tinggal di sini dua hari lagi sampai Rabu sore," harapnya.

Aulia Sofyan mengatakan, tadi pagi dirinya bersama Forkopimda telah melaksanakan rapat koordinasi dengan pihak Pemerintah Pusat berkaitan dengan penanganan pengungsi Rohingya di Bireuen dan daerah lain.

Namun belum disampaikan hasil pertemuan dan Pemkab Bireuen menunggu kebijakan dari pusat dalam langkah penanganan pengungsi Rohingya.

Baca juga: VIDEO - Ratusan Pengungsi Rohingya Tidur di Balai Nelayan Gandapura Bireuen

Pj Bupati Bireuen mengatakan kedatangannya ke tempat penampungan sementara Rohingya  guna melihat situasi dan kondisi Rohingya.

Selain itu  melakukan pertemuan untuk mendengar keluhan dan masukan dari perangkat gampong dan masyarakat untuk dilaporkan ke pemerintah pusat.

"Sesuai hasil rapat tadi, saya datang tidak untuk memberikan instruksi atau perintah apa-apa dan kebijakan. Saya datang untuk mendengar keluhan dan informasi dan laporkan kepada pak Deputi dan Deputi membawa ke sidang kabinet, pak Presiden akan mengambil sikap," jelasnya.

Dalam rapat tadi, kata Bupati,  ada bupati yang menanyakan bagaimana dengan Rohingya yang kapalnya masih bagus dan masyarakat mengharapkan pengungsi ini naik lagi ke laut.

Dari kementerian kata Bupati menjawab diarahkan saja, tapi dikawal itu karena jika tidak, mereka balik seperti kejadian di sini, di Jangka ditolak, lalu ke Bungkah, dan muncul lagi di Gandapura, artinya mereka ini tidak keluar dari perairan Indonesia.

Dalam pertemuan dengan masyarakat, ini belum ada keputusan apa-apapun, asprirasi masyarakat akan  laporkan ke pemerintah pusat dan dibahas dalam sidang kabinet.

Baca juga: BERITA POPULER - Pengungsi Rohingya Buang Bantuan Sembako ke Laut, Edy Rahmayadi Nyaris Dikeroyok

"Baru kita dengar keputusan negara, karena ini kewenangan negara bukan kewenangan bupati atau gubernur," ucapnya.

Pj Bupati berharap masyarakat dapat menunggu saja keputusan pemerintah yang jelas niat baik dari pak Presiden sangat bagus.

"Selama dua hari lagi di sini, sambil menunggu keputusan dari pemerintah, fasilitas belum ada, seperti MCK agar sama-sama berpikir untuk segera menyediakannya," imbuh Aulia Sofyan. (*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved