Mihrab

Guru adalah Dai

Pada hakikatnya, seorang guru berarti menjadi dai-dai yang menyampaikan pesan-pesan dakwah. Tentunya melalui disiplin ilmu di bidangnya masing-masing.

|
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Nora Maulida Julia. 

Menurutnya, kecanduan peserta didik pada game yang melalaikan, hingga menghabiskan waktu yang cukup lama, pergaulan bebas, krisis akhlak, dan krisis identitas bangsa.

Tanpa filter iman, generasi anak bangsa jadi lemah. Moral anak bangsa jadi rusak dan syari’at hancur.

“Guru masa kini yang keberadaannya tidak hadir di relung hati peserta didik, hanya men-transfer of knowledge, tidak dapat mentransfer kepribadian, maka akan membentuk sosok leader yang lemah di masa depan, yang tidak mampu melawan serangan-serangan dari para pembenci Islam,” ujar Nora.

“Lemahnya sosok guru dalam menampilkan keteladanan, membuat murid tidak memiliki sosok “figur” yang dikagumi dan dicontoh,” sambunya.

Baca juga: Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Pendidikan Lalu Lintas untuk Anak Usia Dini

Dia mencontohkan dalam perkataan, berpakaian, sikap, tingkah laku, atau bermedia sosial. Sosok guru yang tidak menjaga marwah, maka kewibawaannya akan kandas di mata siswa.

“Guru hanyalah manusia biasa, namun dituntut untuk menjadi teladan karena sosoknya digugu dan ditiru,” ungkap Nora.

Rasulullah sebagai Living Model

Bercermin pada jejak keteladanan Rasulullah dalam mendidik umat, Nabi Saw adalah suri tauladan, juga sebagai guru terbaik sepanjang zaman.

“Sebagaimana kejayaan Rasulullah dalam mendidik para sahabat, beliau menjadikan dirinya sebagai role model bagi umatnya,” kata Nora.

“Beliau adalah pelaksana pertama semua perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Sehingga para sahabat menemukan korelasi ilmu yang diajarkan dengan penerapannya langsung dari Rasulullah,” tambahnya.

Hal tersebut menurutnya menjadi sebab hidayah bagi para sahabat. Kesuksesan belajar ala Rasulullah bernilai penerapan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Predikat nilai tertinggi terletak pada “ketaqwaan”. Ukuran taqwa terletak pada kebaikan akhlak dan amal sholeh. Demikian output pendidikan ala Rasulullah.

“Sehingga dari sistem pendidikan tersebut, lahir generasi salafus shalih yang dikenal sebagai generasi Islam terbaik,” ujar Nora.

“Selamat Hari Guru Nasional untuk semua guru yang mulia. Jasanya telah mengenalkan kita pada kebenaran Tuhan yang berhak disembah,” pungkanya. 

(Serambinews.com/Sara Masroni) 

BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved