Kamis, 30 April 2026

Citizen Reporter

Cara Unik Ulama Maroko Mengagungkan Bulan Maulid

Sebagaimana kita ketahui, Maroko merupakan salah satu negara yang memiliki peradaban Islam tertua di dunia.

Tayang:
Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Muhammad Ihlal Fikri (Mahasiswa Universitas Hasan II Casablanca, Alumni Dayah Insan Qurani Aceh Besar). 

Muhammad Ihlal Fikri (Mahasiswa Universitas Hasan II Casablanca, Alumni Dayah Insan Qurani Aceh Besar, melaporkan dari Maroko)

BULAN Rabiul Awal telah berakhir dan kini memasuki Rabiul Akhir, akan tetapi suasana bulan maulid tentu belum berakhir disekitar kita.

Khususnya bagi masyarakat Aceh, perayaan ini baru akan usai pada Jumadil Ula.

Begitulah cara penduduk Serambi Mekkah mengagungkan kelahiran Sang Baginda.

Setiap komunitas muslim di dunia tentu punya cara tersendiri untuk mengagungkan hari kelahiran Rasulullah Saw.

Hal ini selanjutnya menjadi tradisi turun temurun yang diwariskan lintas generasi serta terus berakulturasi dengan budaya setempat.

Dari ribuan tradisi tersebut, kali ini saya ingin menceritakan uniknya perayaan maulid di Maroko, negara tempat saya mengenyam pendidikan sarjana saat ini.

Sebagaimana kita ketahui, Maroko merupakan salah satu negara yang memiliki peradaban Islam tertua di dunia.

Sejarah panjang ini membuat nuansa keislaman terasa sangat kuat di sini.

Bagi masyarakatnya, Islam tidak hanya sekedar sebuah agama, melainkan rule of life yang senantiasa dipedomani dalam berkehidupan.

Begitu pula dengan maulid, perayaan ini menjadi sangat spesial dan punya tempat tersendiri di hati mereka.

Liburan musim panas yang lalu, saya beserta sejumlah mahasiswa Indonesia lainnya menyempatkan diri untuk nyantri dan bertalaqqi kepada para masyaikh di Madrasah Atiqah, sebutan untuk lembaga pendidikan islam tradisional di Maroko.

Panjangnya libur membuat banyak pelajar asing memilih belajar di madrasah ketimbang pulang ke kampung halaman.

Terlebih, kurikulum dan sistem pembelajarannya sama persis dengan dayah salafi yang ada di Aceh sehingga ada kesesuaian tersendiri yang saya rasakan.

Dalam liburan ini pula, saya menyaksikan keunikan perayaan maulid di Maroko khususnya di kalangan para ulama.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved