Peristiwa

Kelompok Pro Zionis Konvoi Kibarkan Bendera Israel di Bitung Sulut, Bentrok Pecah: Allahuakbar

Kelompok pro-zionis sampai kibarkan bendera Israel di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), bentrok pecah dengan pendukung Palestina.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Ansari Hasyim
Instagram @kabarnegri
Kelompok pro-zionis sampai kibarkan bendera Israel di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), bentrok pecah dengan pendukung Palestina. 

Berita Lainnya: Israel Tangkap Direktur RS Al Shifa, Jubir Kemenkes Gaza: Ini Kejahatan Kemanusiaan

Israel tangkap Direktur Rumah Sakit Al Shifa, Muhammad Abu Salmiya. Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Jubir Kemenkes) Gaza, Ashraf Al Qudra sebut tindakan Israel ini sebagai kejahatan kemanusiaan.

Pihaknya juga akan berhenti berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam mengevakuasi pasien dan staf medis, menyusul penangkapan direktur rumah sakit terbesar di Gaza itu.

"Kami mengutuk penangkapan Muhammad Abu Salmiya dan sejumlah petugas medis yang ditahan oleh pasukan pendudukan," kata Al Qudra kepada The National, Jumat (24/11/2023).

"Kami menyerukan semua pihak untuk mengambil tanggung jawab membebaskan dokter dan orang-orang yang bersamanya. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," sambungnya.

Jubir Kemenkes Gaza itu mengatakan, dokter tersebut ditangkap saat konvoi PBB mengevakuasi pasien dari RS Al Shifa.

"Tentara menghentikan konvoi di sebuah pos pemeriksaan yang memisahkan Jalur Gaza utara dan selatan selama tujuh jam," ungkap Al Qudra.

Berdasarkan keterangannya, tentara Israel melakukan kekerasan ekstrem terhadap staf medis, pasien yang terluka dan sakit serta orang-orang yang menemani mereka.

"Masalahnya berakhir dengan ditangkapnya Tuan Salmiya," jelas Al Qudra.

Dia kemudian menegaskan, kementeriannya akan berhenti bekerja dengan WHO dalam mengevakuasi staf dan pasien dari rumah sakit, yang semakin menjadi sasaran pasukan Israel dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, PBB dan Israel bertanggung jawab atas penangkapannya.

Sementara berdasarkan keterangan pejabat setempat, lebih dari 400 orang dievakuasi dari Rumah Sakit Indonesia pada Rabu malam.

Kompleks tersebut kini terus dikepung oleh pasukan Israel.

Militer Israel menuding rumah sakit tersebut, yang menurut para dokter tidak memiliki makanan, air atau listrik selama hampir dua minggu, adalah rumah bagi “aktivitas militan”.

Para pejabat Israel mengatakan kepada media, direktur rumah sakit tersebut ditangkap oleh intelijen militer bersama dengan beberapa dokter.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved