Peristiwa
Kelompok Pro Zionis Konvoi Kibarkan Bendera Israel di Bitung Sulut, Bentrok Pecah: Allahuakbar
Kelompok pro-zionis sampai kibarkan bendera Israel di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), bentrok pecah dengan pendukung Palestina.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Ansari Hasyim
"Kami mendapatkan kontak dari sumber kami dan kami juga langsung bisa berkomunikasi dengan salah seorang relawan yaitu saudara Reza," ungkap Sarbini.
"Kami menanyakan informasi mereka dan sempat berbicara, Reza mengatakan sekarang mereka bertiga ada di RSI Gaza dalam kondisi yang sehat dan selamat," tambahnya.
Kini ketiga relawan asal Indonesia itu sedang menunggu evakuasi ke selatan bersama 600 warga lainnya yang masih di Rumah Sakit Indonesia.
"Kemungkinan ada dua, pertama ke Rumah Sakit Nasser. Kedua, ke Rafah Rumah Sakit Eropa," kata Sarbini.
"Ini informasi yang membuat kami bahagia dan semringah karena sudah 11 hari kami belum mendapatkan informasi ketiga relawan kami," pungkasnya.
Sebelumnya diketahui penjajah Israel menembaki sejumlah pasien di Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina.
Sebanyak 13 orang meninggal dunia pada Senin (20/11/2023).
Laporan The National, korban meninggal bertambah menjadi 13 orang di tengah serangan Israel terhadap Rumah Sakit Indonesia.
"Sebanyak 12 pasien dan satu kerabat tewas dalam serangan Israel terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf Al Qudra, Senin.
Selain itu, seorang dokter terluka dalam pemboman di lokasi di Beit Lahia, tempat di mana tank dan penembak jitu Israel ditempatkan di sekitar kompleks tersebut.
Laporan kantor berita resmi Palestina Wafa, tentara Israel menembak apa saja yang bergerak di dekat pintu masuk rumah sakit.
"Sekitar 5.000 warga sipil berlindung di rumah sakit," kata para pejabat.
Penjajah Israel Masuki Rumah Sakit Al Shifa di Gaza
Sebelumnya, penjajah Israel memasuki Rumah Sakit Al Shifa di Gaza, Palestina serta menembaki beberapa pada Rabu Rabu (15/11/2023).
Militer Israel mengatakan pasukannya melakukan operasi pada melawan Hamas di kompleks rumah sakit terbesar di Gaza itu.
Pihaknya menuding Hamas memanfaatkan ruang bawah tanah Rumah Sakit Al Shifa untuk melakukan serangan.
Mereka meminta semua anggota Hamas di rumah sakit tersebut untuk menyerah.
"Pasukan Israel sedang menggeledah ruang bawah tanah Al Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza," demikian kata seorang pejabat dikutip dari Thenationalnews.com, Rabu.
Direktur Jenderal Rumah Sakit Gaza, Dr Muhammad Zaqout mengatakan kepada Al Jazeera, tentara Israel juga memasuki gedung bedah dan darurat di kompleks rumah sakit.
"Beberapa orang ditembaki ketika mencoba meninggalkan daerah tersebut meskipun diberitahu bahwa mereka aman," ungkapnya.
Israel mengatakan pihaknya melakukan operasi di bagian tertentu rumah sakit tersebut dan menuding Hamas memiliki pusat komando di sana.
(Serambinews.com/Sara Masroni)
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.