Hancurkan RS Indonesia di Gaza, MER-C Dorong Pemerintah Seret Israel ke Pengadilan Internasional

Hancurkan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, MER-C dorong Pemerintah Indonesia seret Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
IST/KOLASE SERAMBINEWS.COM
Hancurkan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, MER-C dorong Pemerintah Indonesia seret Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). 

SERAMBINEWS.COM - Hancurkan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, MER-C dorong Pemerintah Indonesia seret Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, Sarbini Abdul Murad mengatakan, serangan terhadap rumah sakit tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.

Menurutnya, Indonesia harus berbuat lebih banyak untuk meminta pertanggungjawaban Israel mengingat hubungan negara dengan rumah sakit tersebut.

Baca juga: Kisah Haq dkk, Relawan di RS Indonesia Gaza Lebih Pilih Tinggal Sama Pasien Ketimbang Mengungsi

Baca juga: Kelompok Pro Zionis Konvoi Kibarkan Bendera Israel di Bitung Sulut, Bentrok Pecah: Allahuakbar

Diketahui RS Indonesia di Gaza diresmikan Wakil Presiden Indonesia saat itu Jusuf Kalla pada 2016.

RS tersebut didanai melalui sumbangan dari warga negara Indonesia dan organisasi kemanusiaan.

Meski demikian, pengaruh Jakarta mungkin terbatas.

 

 

Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan rumah sakit tersebut bukan milik Indonesia sejak disumbangkan kepada masyarakat Gaza.

"Rumah Sakit Indonesia dibangun atas sumbangan warga negara Indonesia dan mengibarkan bendera Indonesia sebagai simbol persahabatan kita," kata Sarbini dilansir dari Al Jazeera, Senin (27/11/2023).

Baca juga: Palestina Klaim Israel Jatuhkan 40.000 Ton Bom ke Gaza Sejak 7 Oktober, Tujuan Agar Tidak Layak Huni

MER-C juga mendorong Pemerintah Indonesia menyeret Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

"Hal maksimal yang bisa kami lakukan di MER-C adalah mewakili rakyat Indonesia dan mendorong pemerintah Indonesia dan Kementerian Luar Negeri untuk membawa kasus ini ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC)," kata Sabini.

"Setiap orang perlu melobi ICC, khususnya lima besar [the five permanent member of the UN Security Council: China, France, Russia, the United Kingdom and the United States], dan menyerukan gencatan senjata permanen," tambahnya.

Ketua Presidium MER-C itu mengatakan, belum ada rencana untuk mengevakuasi ketiga relawan Indonesia tersebut secara permanen dari Gaza.

Hal ini karena masih ada pekerjaan penting yang harus mereka lakukan dalam hal memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban luka dan pengungsi di Khan Younis.

Untuk saat ini, Haq dan rekan-rekannya sedang mempertimbangkan situasi mereka sambil mencari cara terbaik untuk membantu masyarakat Gaza.

Baca juga: Media Israel Sebut HAMAS Menang dan Berhasil Hentikan Perang di Gaza

Cerita Relawan MER-C di RS Indonesia Gaza

Relawan MER-C Indonesia mengungkapkan, lebih memilih tinggal bersama pasien ketimbang mengungsi. 

Hal itu diceritakan salah seorang relawan MER-C, Fikri Rofiul Haq saat di RS Indonesia Gaza bersama temannya Reza Aldilla Kurniawan dan Farid Zazabil Al Ayubi.

Dia bercerita, ketika tank dan pasukan Israel mengepung Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza utara pekan lalu, pekerja medis sukarelawan hanya dihadapkan dua pilihan.

Pilihan tersebut yakni mengungsi ke tempat yang aman atau tinggal bersama pasiennya.

Namun dia bersama dua temannya yang lain dari Indonesia memilih untuk tetap tinggal sampai militer Israel memaksa mereka pergi.

"Kami dievakuasi melalui jalur yang digunakan Palang Merah Internasional dengan izin tentara Israel," kata Haq dilansir dari Al Jazeera, Senin.

"Ada tiga kali evakuasi pada hari Senin, Selasa dan Rabu, dan kami dievakuasi terakhir karena kami memprioritaskan korban luka yang berada di RS Indonesia," tambahnya.

Relawan MER-C Indonesia itu mengatakan, pasukan Israel juga dengan sengaja menghancurkan satu-satunya generator yang berfungsi di rumah sakit yang didanai Indonesia dengan membakarnya.

Peristiwa itu juga merenggut nyawa 12 orang dengan penembakan tanpa pandang bulu di lantai pertama, kedua dan ketiga gedung RS Indonesia di Gaza.

"Sebelum kami dievakuasi, serangan semakin parah, jam demi jam," kata Haq yang tidak dapat berkomunikasi selama beberapa minggu hingga dievakuasi ke Khan Younis.

Dia mengatakan, mereka kini mendapat makanan yang cukup setelah bertahan selama berhari-hari kekurangan makanan dan air di RS Indonesia yang terkepung.

"Alhamdulillah, kami punya cukup makanan di sini sekarang dan ada orang yang menjual perbekalan di sekitar Rumah Sakit Eropa di Khan Younis," kata Haq.

"Kami makan kentang goreng, terong goreng, dan paprika goreng. Kadang-kadang kami bisa mendapatkan nasi dengan sedikit daging, dan kadang-kadang kami makan makanan lokal seperti roti dan hummus," tambahnya.

Dia juga melihat langsung bagaimana kekejihan zionis Israel yang menembaki RS Indonesia di Gaza dengan brutal.

"Saya melihatnya dengan mata kepala sendiri. Ada tiga tank besar sekitar 50 meter [54 yard] dari gedung Rumah Sakit Indonesia dan mereka menembaki rumah sakit secara berkala, yang menimbulkan kerusakan besar," ungkap Haq.

"Sekarang RS Indonesia sudah diambil alih sepenuhnya oleh tentara Israel," tambahnya.

Baca juga: KNRP Simeulue Buka Stand Donasi Palestina di Arena MTQ Aceh, Ada yang Donasi Sepeda

Tentara Israel yang awalnya memberi waktu hanya beberapa jam untuk staf medis dan pasien meninggalkan rumah sakit, menghancurkan salah satu fasilitas medis terbesar di Gaza menjelang gencatan senjata empat hari dengan Hamas, yang dimulai pada Jumat lalu.

Sementara Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan pada Jumat lalu, tembakan Israel pada jam-jam terakhir sebelum jeda menewaskan seorang wanita dan melukai tiga orang lainnya.

Osama Bin Javaid dari Al Jazeera, yang memperoleh akses ke fasilitas tersebut melaporkan bahwa ada “bau kematian” di luar rumah sakit.

Mayat-mayat yang hangus dan membusuk, termasuk anak-anak, menumpuk di sudut-sudut gedung.

(Serambinews.com/Sara Masroni)

BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved