Breaking News

Salam

Masih Mungkinkah Solusi 2 Negara?

Ada juga beberapa negara Amerika Latin yang saat ini telah mendukung kemerdekaan Palestina. Beberapa diantaranya bah-kan telah memutuskan hubungannya

Editor: mufti
File Anadolu Agency
Sepertiga dari populasi atau 400.000 warga Palestina di bagian utara Gaza telah mengungsi ke selatan Gaza. 

ADA banyak perkembangan dan perubahan sikap sejumlah negara ketika menyaksikan kehancuran Gaza dan korban sipil akibat pemboman Israel. Sikap barbar Israel itu justru semakin memperkuat tekad bangsa Palestina untuk meraih kemerdekaan sekaligus meningkatkan solidaritas berbagai bangsa. Yang terba-ru adalah sikap Spanyol yang menyatakan akan segera mengaku Palestina sebagai sebuah negara merdeka dalam waktu dekat. Hal itu diutarakan Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Alba-res dalam wawancara bersama dengan radio nasional RNE pada Kamis (23/11/2023).

Albares mengatakan Spanyol mendukung pengakuan negara Palestina yang setara dan layak.
“Keberadaan negara Palestina akan menjadi jaminan terbaik bagi perdamaian di Timur Tengah,” kata Albares. Spanyol bahkan siap turun tangan membantu menyelesaikan konflik Israel dan Palestina dan menggelar konferensi perdamaian terkait masalah ini.

Ada juga beberapa negara Amerika Latin yang saat ini telah mendukung kemerdekaan Palestina. Beberapa diantaranya bah-kan telah memutuskan hubungannya dengan Israel. Hal ini ge-gara serangan Israel yang masih membabi-buta ke Jalur Gaza, Palestina. Misalnya saja Venezuela, Bolivia, Kuba, dan lainnya.

Seruan dari sejumlah negara dan lembaga-lembaga internasional juga semakin keras untuk mengupayakan solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina. Jumlah korban tewas di Palestina yang terdi-ri atas perempuan dan anak-anak semakin membuat berbagai nega-ra yang dulunya mendukung israel, justru mengutuknya. Israel sela-ma 47 hari telah melakukan serangan udara dan darat di Jalur Gaza, yang menewaskan sekitar 15.000 warga Palestina.

Seruan internasional mulai semakin keras untuk mewujudkan hal ini. Tapi apa yang menjadi garis merah bagi kedua belah pi-hak dan apakah bisa kembali ke perbatasan tahun 1967?

Two State Solution adalah sebuah penyelesaian eksistensi ne-gara Palestina dan Israel yang mengakui keberadaan satu sama lain terkait pembahasan persoalan bagaimana batas wilayah, ibu kota, dan teknis penyelesaian lainnya. Hal ini bisa terjadi mela-lui perundingan yang berkelanjutan.

Presiden AS Joe Biden sendiri mengatakan bahwa dia mendu-kung solusi 2 negara. “Tidak ada jalan untuk kembali ke status quo sebelum tanggal 7 Oktober, yang berarti bahwa ketika krisis ini selesai, harus ada pandangan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya,” katanya. “Dalam pandangan kami, ini harus menja-di solusi dua negara,” katanya, mengulangi komentar yang dibu-atnya selama kunjungannya ke Israel.

Solusi dua negara menyerukan pembentukan negara merdeka bagi Palestina berdampingan dengan negara Israel. Dan dukung-an AS terhadap hal ini bukanlah hal baru: Selama beberapa deka-de, hal ini telah menjadi usulan kerangka kerja utama untuk me-nyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Namun perundingan perdamaian yang gagal, permasalahan logistik, perluasan pemukiman Israel, serangan Palestina dan bentrokan yang berulang telah menghalangi hal ini menjadi ke-nyataan. Solusi dua negara telah menyebabkan berkurangnya dukungan baik dari Palestina maupun Israel selama bertahun-tahun. Dan prospeknya kini tampak lebih suram dibandingkan se-belumnya, mengingat serangan Hamas terhadap Israel dan tang-gapan Israel yang membabi buta.

Meskipun ada dukungan dari Amerika Serikat, jangan terlalu optimis. Negara itu biasanya bersikap ganda dan cuma ‘manis di mulut’. Lazimnya ucapan-ucapan tersebut berlalu begitu saja, tanpa implementasi di lapangan. Lihatlah, ketika Israel memper-luas permukiman dan merebut tanah-tanah Palestina, AS dan ne-gara-negara Eropa diam saja. Terlebih lagi, kemerdekaan Palesti-na dianggap juga sekaligus kemenanga Iran, musuh bebuyutan Amerika. Padahal masalah Palestina hanya persoalan kemanusi-aan dan hak azasi manusia, bahwa penjajahan harus dihapus-kan dari muka bumi.(*)

POJOK

Sada rusak pesta Persiraja
Ini Lubuk Pakam, Bung!

Bangladesh cegat kapal Rohingnya
Kenapa nggak dari dulu

Pj Gubernur buka MTQ di Simeulue
Alhamdulillah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved