Mewujudkan Ketahanan Pangan untuk Kesejahteraan Petani Melalui Program Makmur
Ia berharap program Makmur ini terus berjalan kedepannya karena masyarakat di Aceh Utara mayoritas pekerjaannya sebagai petani.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Imran Thayib
“Kalau untuk kelapa sawit terjadi peningkatan hasil mencapai tujuh persen setelah kita melakukan pendampingan,” ujar Athaillah.
Bahkan untuk jenis komoditi jagung peningkatan hasilnya mencapai 48 persen, kemudian untuk jenis tanaman padi peningkatan hasil mencapai 18-23 persen dibandingkan dengan sebelumnya.
“Terjadi peningkatan hasil ini kalau kami lihat pada pemupukan sudah berimbang, pemupukan yang dilakukan sesuai dengan unsur hara tanah,” ungkapnya.
Kemungkinan selama ini kata Athaillah, tanah seperti sawah sudah jenuh dengan unsur hara anorganik, sehingga ketika dilakukan penyeimbangan dengan pupuk organic dan anorganik langsung terjadi perubahan pada hasilnya.
Dari sisi bisnis, lanjut Athaillah, tidak menguntungkan pemilik pupuk, tapi dari sisi petani ini sangat menguntungkan, pemupukan yang minim, tapi hasilnya bisa meningkat. Selain itu tekstur tanahnya akan lebih bagus untuk kelanjutan budidaya ke depannya.
Pengujian tanah dilakukan bersama akademisi dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
“Kami senang karena memang ini tujuan kita, karena program untuk meningkatkan pendapatan petani, sesuai dengan kepanjangan dari program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat),” ujar Athaillah.
Dalam program Makmur, PIM juga memperkenalkan pupuk NPK dengan formulasi 15-15-15, yang diproduksi PIM. Untuk lahan kelapa sawit digunakan pupuk NPK, karena untuk lahan sawit membutuhkan unsur hara K atau kalium lebih tinggi dibandingkan dengan unsur Nitrogen (N) dan Fosfor (P).
Apalagi pabrik NPK milik PIM yang sudah beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 10 Februari 2023 yang ikut hadir Menteri BUMN Erick Thohir.
Tentunya akan memudahkan memenuhi sebagian kebutuhan pupuk nasional untuk meningkatkan produktivitas pertanian, dan menjaga stabilitas harga pangan nasional.
Dalam program ini kata Athaillah juga membuka lapangan kerja baru bagi lulusan dari perguruan tinggi. Seperti tim agronomis adalah hasil rekrutan baru, bukan dari organik PIM.
“Kalau kinerjanya bagus mereka nantinya akan direkrut menjadi Tenaga Kerja PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu),” katanya. Secara keseluruhan per provinsi jumlah lapangan kerja baru yang terbuka mencapai 30 sampai 50 orang.
Untuk Aceh Utara program Makmur yang sudah dilaksanakan di Kecamatan Banda Baro, Simpang Keuramat, Kuta Makmur dan sejumlah kabupaten lainnya, untuk lahan perkebunan kelapa sawit.
Tim juga memfasilitasi petani untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat, seperti yang dilakukan di Tanah Karo. Bahkan pelaksanaan programnya mendekati sempurna.
Karena tim mulai terlibat dari mulai perencanaan seperti Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB), pemilihan bibit sampai panen. Kemudian mengajak penampung hasil panen, sehingga harga jual petani tetap tinggi.
PT PIM
PT Pupuk Iskandar Muda (PIM)
PT Pupuk Iskandar Muda
ketahanan pangan
Program Makmur
Mewujudkan Ketahanan Pangan
Kesejahteraan Petani Melalui Program Makmur
Minta Presiden Prabowo Beri Atensi Rehab Irigasi Krueng Pase, Badko HMI Aceh: Untuk Ketahanan Pangan |
![]() |
---|
Sidak Pasar, Bupati Aceh Tamiang Minta Cadangan Beras Ditambah |
![]() |
---|
Setiap Gampong di Bireuen Diingatkan Wajib Gunakan 20 Persen Dana Desa untuk Ketahanan Pangan |
![]() |
---|
Andalkan Kacang Koro Pedang, Rumoh Pangan Aceh Raih Prestasi Nasional di Program Yayasan BUMN |
![]() |
---|
Memperjuangkan Peternak Sapi Lokal Tembus Pasar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.