Selasa, 28 April 2026

Pilpres 2024

Viral Pernyataan Ndasmu Etik, Anies dan Ganjar Pun Menanggapi, Prabowo Beri Klarifikasi

Namun, menurut Anies Baswedan, memang etika dimulai dari kepala, maka jika kepala tidak memiliki etika, maka yang di bawahnya juga tidak memiliki etik

Editor: Mursal Ismail
Screenshot/YouTube KPU
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto berinteraksi dalam debat di gedung KPU, Selasa (12/12/2023) 

Namun, menurut Anies Baswedan, memang etika dimulai dari kepala, maka jika kepala tidak memiliki etika, maka yang di bawahnya juga tidak memiliki etika.

SERAMBINEWS.COM - Viral pernyataan capres nomor urut dua, Prabowo Subianto, yang menyebut umpatan 'ndasmu etik' dalam acara internal Rakornas Partai Gerindra pada Jumat (15/12/2023).

Umpatan 'ndasmu etik' yang dilontarkan Prabowo ini pun menuai sejumlah komentar dari berbagai pihak.

Termasuk dari rivalnya di Pilpres 2024, Anies Baswedan

Capres nomor urut satu tak berkomentar banyak soal pernyataan Prabowo tersebut.

Namun, menurut Anies Baswedan, memang etika dimulai dari kepala, maka jika kepala tidak memiliki etika, maka yang di bawahnya juga tidak memiliki etika.

Komentar Anies ini merujuk dari arti umpatan Prabowo tersebut, yakni ndasmu merupakan Bahasa Jawa yang berarti kepala, dan kata etika.

Baca juga: VIDEO Mulai Kewalahan, Belasan Drone Serang Berani Ganggu Kapal Perang milik AS dan Inggris

“Memang etik itu mulainya dari kepala. Kalau kepala tidak memiliki etika, apalagi bagian yang di bawahnya."

"Jadi memang benar mulainya dari kepala dan dengan begitu yang di bawahnya agar ikut,” kata Anies, Sabtu (16/12/2023), saat berkampanye di Morowali, Sulawesi Tengah, dilansir WartakotaLive.com.

Sementara itu, capres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, merasa masyarakat sudah bisa menilai sendiri makda dari pernyataan Prabowo tersebut.

"Saya kira masyarakat bisa menilai," ucap Ganjar saat ditemui di Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu.
 
Ganjar kemudian berpesan agar masyarakat bisa menggunakan kata-kata yang baik dalam berbicara.

Terutama bagi pihak-pihak yang ikut andil berbicara dalam suatu kampanye ke masyarakat.

Baca juga: VIDEO Musuh Kian Putus Asa, Israel Sengaja Eksekusi 3 Tentaranya yang Ditawan Hamas

"Makanya saya berikan pesan kepada warga untuk kita pakai kalimat-kalimat yang tentu saja dibuka saja, kalimat bagus, tidak black campaign, tapi negatif campaign boleh," jelas Ganjar.

Lebih lanjut, Ganjar menuturkan ia lebih memilih untuk beradu data dan fakta dengan capres lainnya dalam bersaing di Pilpres 2024.

Selanjutnya, kata dia, biarkan publik yang akan melihat dan menilai masing-masing karakter capres.

"Umpama tidak percaya pada skor masing masing, tidak percaya pada fakta dan data boleh, tampilkan biarkan data beradu," ucapnya.

Klarifikasi Prabowo

Prabowo Subianto buka suara mengenai umpatan 'ndasmu etik' dalam acara internal Rakornas Partai Gerindra.

Baca juga: Molor 3 Jam, Pendukung Capres Anies Baswedan di Aceh Tamiang Setia Menunggu di Trotoar

Baginya, ucapan itu hanya dilontarkan internal keluarga Gerindra saja.

Diketahui, ucapan Prabowo soal 'ndasmu etik' itu diduga merujuk dari pertanyaan Anies Baswedan dalam debat capres perdana di KPU.

Ucapan tersebut dikaitkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Majelis Kehormatan MK (MKMK) soal batas usia capres-capres.

"Itu kan di dalam di antara keluarga ya kan," ujar Prabowo saat ditemui seusai menghadiri acara relawan di Blitar, Jawa Timur pada Minggu (17/12/2023).

Ia menyampaikan ucapan 'ndasmu etik' tersebut sejatinya wajar saja diucapkan.

Apalagi, Eks Danjen Kopassus itu merupakan putra keturunan asli Banyumas, Jawa Tengah, yang biasa mengucapkan hal tersebut.

Akan tetapi, kata Prabowo, umpatan tersebut pun dibesar-besarkan oleh sejumlah pihak tertentu.

Prabowo menyatakan ucapan itu dibesarkan untuk mencari-cari kesalahan dirinya saja.

"Biasa orang Indonesia mencari-cari, mau dibesar-besarkan. Itu di antara keluarga kita bicara. Dan itu kan bicara orang Banyumas biasalah bicara-bicara begitu," katanya.

Oleh sebab itu, Prabowo pun meminta umpatannya soal 'ndasmu etik' tidak perlu dibesar-besarkan lagi.

Dia pun mempertanyakan siapa yang meminta awak media membesarkan ucapannya tersebut.

"Nggak usah dibesar-besarkan. Kenapa? siapa yang suruh tanya, ha-ha-ha," tutupnya.

Prabowo sebut 'Ndasmu Etik' di Rakornas Gerindra

Potongan video Prabowo Subianto yang mengatakan 'ndasmu etik' ramai menjadi sorotan di media sosial.

Pernyataan itu diucapkan Prabowo saat memberikan sambutan saat acara Rakornas Partai Gerindra, Jumat (15/12/2023) sore.

Acara itu berlangsung tertutup dan hanya berlangsung internal untuk kader partai Gerindra.

Potongan video itu justru bocor dari salah satu kader yang mengunggah acara tersebut di sosial media.

Ucapan 'ndasmu etik' itu kemudian dikaitkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Majelis Kehormatan MK (MKMK) soal batas usia capres-capres.

Masalah ini pun sempat disinggung oleh capres nomor urut 1, Anies Baswedan dalam debat capres perdana di KPU.

"Bagaimana perasaan Mas Prabowo? (menirukan pertanyaan Anies). Soal etik, etik, etik. Ndasmu etik," kata Prabowo dalam video tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pernyataan 'Ndasmu Etik' Tuai Komentar dari Anies dan Ganjar, Prabowo Beri Klarifikasi

Berita lainnya terkait Prabowo Subianto

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved