Salam

Berikhtiar Cegah Covid-19

Di Aceh sendiri, tantangan bukan cuma dengan kehadiran kembali Covid-19. Penyakit-penyakit lain yang sudah dieliminasi di negara lain, malah muncul k

Editor: mufti
IST
ILUSTRASI -- PETUGAS kesehatan mempersiapkan alat suntik vaksin COVID-19 jenis IndoVac 

NEGARA-negara tetangga Indonesia seperti Malaysia dan Si-ngapura kembali bergulat dengan Covid-19. Di negeri Singa itu sejumlah fasilitas kesehatan penuh sesak. Warga harus antre untuk mendapatkan bed tempat tidur, sebuah fenomena langka setelah di seluruh dunia status pandemi dinyatakan dicabut.

Tiongkok sudah beberapa pekan lalu bergulat dengan kasus pneumonia langka, yang umumnya diderita anak-anak. Namun, sejauh ini petinggi Tiongkok mengaku kasus-kasus yang didu-ga terkait virus Corona itu masih dalam batas yang wajar dan mampu dikendalikan dengan baik.

Indonesia sendiri sudah mulai meningkat kasus-kasus yang muncul, bahkan ada yang dinyatakan meninggal dunia meski-pun tergolong pasien yang punya komorbid atau penyakit pe-nyerta. Kementerian Kesehatan menyebutkan, ada 1.983 ka-sus Covid-19 yang ditemukan hingga 16 Desember 2023. Peningkatan kasus Covid-19 ini terjadi sejak periode 8-14 Okto-ber 2023.

Sebagian masyarakat kita tentu panik. Baru saja pandemi se-lesai dan virus ini dilaporkan telah menginfeksi 180 juta orang dan menyebabkan kematian sebanyak empat juta orang secara global. Eh, tiba-tiba kok muncul lagi.
Namun, para pakar jauh-jauh hari sudah mengingatkan bah-wa pandemi adalah sejarah yang terus berulang sepanjang per-adaban manusia. Kalaupun ada yang berbeda dari waktu ke waktu, hanya bentuk dan jenis wabah saja. Para ahli juga me-nyebut, Covid-19 akan menjadi penyakit endemik. Artinya, virus akan terus menyebar di sejumlah tempat dan populasi dunia selama bertahun-tahun ke depan.

Kini tinggal lagi kesiapan kita menghadapi hal tersebut. Di Aceh sendiri, tantangan bukan cuma dengan kehadiran kembali Covid-19. Penyakit-penyakit lain yang sudah dieliminasi di nega-ra lain, malah muncul kembali di Aceh. Misalnya saja polio dan cacar. Pandemi Covid-19 membuat proses pemberian imunisasi mencegah penyakit-penyakit lain kepada anak-anak menjadi ter-ganggu. Selain itu, memang ada resistensi sebagian orang tua di Aceh untuk imunisasi si anak. Di Tanah Rencong ini, cakup-an imunisasi dasar bahkan lebih rendah dari provinsi mana pun di Indonesia. Itu semua berdampak pada mudahnya penyebar-an penyakit-penyakit seperti polio dan cacar.

Kini yang harus ditingkatkan adalah kewaspadaan. Pemerin-tah memang sudah meminta masyarakat menggunakan masker di tempat-tempat publik. Sebelumnya, Ahli Kesehatan Masyara-kat sekaligus Epidemiolog Dicky Budiman menjelaskan, kasus infeksi saluran nafas yang merebak di dunia ini masih berkait-an dengan pandemi Covid-19. Menurutnya, orang yang terinfek-si Covid-19 akan semakin rentan.

“Itulah sebab fenomena kasus Covid-19 ini tidak tunggal ba-nyak yang sifatnya kombinasi dengan infeksi saluran nafas lain,” ucap Dicky kepada Tribun Network, Sabtu (16/12/2023).

Dicky menyebut kasus yang populer saat ini mycoplasma pneumonia akibat outbreak siklus pandemi Covid-19 secara bersamaan. Oleh karena itu, upaya mitigasi apabila ingin pergi ke negara lain masyarakat harus dipastikan sudah divaksinasi.

Dia berharap pemerintah segera menerapkan kembali pro-tokol 5M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi interaksi.

Dicky pun mengingatkan terkait adanya kelompok rawan di ma-syarakat yang akan menjadi korban. “Meskipun jumlahnya akan jauh lebih kecil dibandingkan masa pandemi. Tapi angka statistik akan berbicara. Kematian satu persen kurang itu akan ada, atau akan terjadi,” kata Dicky lagi. Bahkan, dia meyakini bakal ada pe-ningkatan kasus di layanan rumah sakit. Tentu kita berharap pe-merintah dan masyarakat bersiaga. Pencegahan itu bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.(*)

POJOK

Israel tawarkan gencatan senjata
Sudah diduga

Kemenkes anjurkan masyarakat pakai masker di tempat umum
Ayo, berikhtiar

Tunjangan profesi untuk 8.255 guru cair
Alhamdulillah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved