Salam

Mitigasi Tsunami Perlu Terus Diperkuat

Simulasi tersebut merupakan salah satu bentuk dari penguatan mitigasi tsunami, dan kita mengganggap ini sebagai hal penting sebagai salah satu upaya

Editor: mufti
ist
Museum Tsunami Aceh merupakan salah satu objek wisata yang menjadi daya tarik wisatawan--lokal hingga mancanegara--yang berkunjung ke Banda Aceh. 

Setiap tahun di tanggal 26 Desember, masyarakat Aceh selalui memperingati bencana gempa dan tsunami. Tetapi seiring berjalannya waktu, suasana peringatan itu sepertinya terus memudar dari tahun ke tahun. Jika dulu, selalu disertai dengan kegiatan simulasi, saat ini kegiatan peringatan hanya diwarnai dengan pembunyian sirine, doa dan zikir bersama.

Pertanyaannya, sudah siapkah kita menghadapi tsunami yang berpeluang terulang? ‘Kita’ yang dimaksud di sini bukan kita yang pernah merasakan langsung dampak dari tsunami tersebut, tetapi ‘kita’ adalah generasi muda Aceh.

Mungkin, bagi mereka yang pernah merasakan langsung tsunami, simulasi itu merupakan hal yang tidak terlalu pen-ting, karena memang pengalaman adalah sebaik-baiknya guru. Tetapi berbeda halnya dengan mereka yang lahir se-telah tsunami, yang tidak pernah merasakan bagaimana dasyatnya air laut menggulung daratan.

Memang, esensi dari peringatan tsunami itu sendiri adalah untuk terus merawat memori kolektif masyarakat Aceh dan juga untuk men-doakan para syuhada yang gugur dalam bencana tersebut. Tetapi, yang lebih penting dari itu semua sebenarnya adalah menyiapkan ge-nerasi muda Aceh agar siaga terhadap bencana tsunami.

Dalam konteksi ini, peringatan tsunami itu sebenarnya juga me-rupakan bagian dari mitigasi tsunami atau upaya-upaya yang ber-tujuan untuk menurunkan risiko dan dampak dari sebuah bencana tsunami. Sebab, dengan peringatan itu, tsunami akan terus menja-di ingatan yang akan diturunkan dari generasi ke generasi.

Tetapi memori kolektif itu tidak akan banyak membantu manakala masyarakat tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika tsunami itu datang. Nah pada titik ini lah kegiatan si-mulasi menjadi penting dilakukan setiap tahun, sehingga ge-nerasi-generasi muda Aceh di masa mendatang sigap dan tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana itu datang.

Jika kita melihat dari berbagai referensi, setidaknya ada tiga langkah dalam mitigasi tsunami: 1) pembangunan sistem peri-ngatan dini untuk bencana tsunami, 2) meningkatkan pengetahu-an masyarakat lokal, khususnya yang tinggal di daerah pinggir pan-tai mengenai bahaya tsunami, 3) melakukan sosialisasi mengenai langkah yang harus dilakukan ketika tsunami itu datang.

Karena itu, kita sangat mendukung langkah yang dilaku-kan oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) yang menggelar kegiatan Fun Bike Budaya Sadar Bencana, Senin (25/12/2023). Dalam kegiatan ini, para peserta sengaja di-arahkan melewati sejumlah situs-situs tsunami untuk dibe-rikan edukasi mengenai jalur evakuasi bencana dan diajak kembali mengenang peristiwa dasyat tersebut.

“Kita mengangkat tema ‘budaya sadar bencana’ untuk mengajak masyarakat supaya lebih mawas diri teradap ben-cana yang mungkin bisa datang dengan tiba-tiba,” kata Ke-pala BPBA, Dr Ilyas MPA, sebagaimana diberitakan Serambi, Selasa (26/12/2023).

BPBA bisa dikatakan, telah melakukan upaya yang kreatif dengan membalut momen peringatan tsunami melalui kegi-atan olahraga yang menyenangkan. Tetapi upaya yang sama kiranya juga perlu dilakukan pada kegiatan simulasi kesiap-siagaan menghadapi tsunami, dengan melibatkan seluruh sekolah-sekolah yang ada di Aceh.

Simulasi tersebut merupakan salah satu bentuk dari pe-nguatan mitigasi tsunami, dan kita mengganggap ini sebagai hal penting sebagai salah satu upaya untuk menyiapkan ge-nerasi muda Aceh yang tanggap terhadap bencana tsunami. Jangan sampai kesalahan masa lalu kita terulang lagi pada generasi mendatang.

POJOK

Data korban konfl ik di Tamiang belum akurat
Padahal sudah 18 tahun damai kan?

Distribusi BBM ke Aceh Tengah tak ada kendala
Hehehe... itu pasti klarifi kasi Pertamina ya?

Para tokoh di Singkil tawarkan solusi atasi banjir
Solusi sudah banyak, tinggal langkah kongkretnya saja

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved