Breaking News

Suka Menunda Mandi Wajib karena Cuaca Dingin atau Sedang Sibuk, Simak Penjelasannya

Satu di antara syarat sah seseorang untuk sholat dan beberapa ibadah lain ialah suci dari hadats besar.

Editor: Nur Nihayati
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

Satu di antara syarat sah seseorang untuk sholat dan beberapa ibadah lain ialah suci dari hadats besar.
 

SERAMBINEWS.COM - Bagi kaum muslim mandi junub wajib ditunaikan setelah habis masa haid, nifas ataupun berhubungan suami istri.

Namun ada kalanya harus diketahui syarat sah mandi supaya bisa dilakukan.

Bolehkah Menunda Mandi Wajib Karena Cuaca Dingin Atau Sedang Sibuk? Simak Penjelasannya.

Satu di antara syarat sah seseorang untuk sholat dan beberapa ibadah lain ialah suci dari hadats besar.

Lalu bagaimana hukumnya jika seseorang dalam keadaan junub malah menunda mandi wajib?

Dikutip dari kementerian agama mengenai hal ini, sebenarnya orang junub tidak harus segera mandi wajib, baik karena alasan cuaca yang dingin, padatnya kesibukan, dan sebagainya.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّهُ لَقِيَهُ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم فِى طَرِيقٍ مِنْ طُرُقِ الْمَدِينَةِ وَهُوَ جُنُبٌ. فَانْسَلَّ، فَذَهَبَ فَاغْتَسَلَ. فَتَفَقَّدَهُ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم. فَلَمَّا جَاءَهُ قَالَ: أَيْنَ كُنْتَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ ؟ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ لَقِيتَنِى وَأَنَا جُنُبٌ، فَكَرِهْتُ أَنْ أُجَالِسَكَ حَتَّى أَغْتَسِلَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: سُبْحَانَ اللَّهِ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لاَ يَنْجُسُ. (متفق عليه

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, sungguh Nabi saw bertemu dengannya di salah satu jalan kota Madinah, padahal ia masih dalam kondisi junub. Lalu ia segera pergi menghindar dan segera mandi. Nabi saw pun mencari-carinya. Kemudian saat ia mendatanginya. Nabi saw bersabda, ‘Kamu dari mana wahai Abu Hurairah?’ Ia menjawab, ‘Wahai Rasulullah, tadi Anda menjumpaiku saat itu dalam kondisi junub, maka aku tidak senang untuk duduk-duduk bersamamu sehingga aku mandi dahulu.’ Lalu Rasulullah saw bersabda, ‘Subhanallah, sungguh orang mukmin itu tidak najis,’” (Muttafaqun ‘alaih).

Menurut Ibnu Hajar, hadits ini menjadi petunjuk bahwa orang junub boleh menunda mandi junub dari waktu wajibnya meskipun sebenarnya yang lebih baik adalah segera melaksanakannya. (Ahmad bin Ali bin Hajar al-‘Asqalani, Fathul Bari [Beirut, Darul Ma’rifah:1379 H], juz I, halaman 391).

Namun demikian, kebolehan menunda mandi wajib ini tentu memiliki batasan, yaitu selama waktu shalat tidak hampir habis. Dalam hal ini Ibn Rajab al-Hanbali menjelaskan:


 
أن الجنب لَهُ تاخير غسل الجنابة ما لَم يضق عليهِ وقت الصلاة

“Sungguh orang junub boleh mengakhirkan mandi junubnya selama waktu shalat tidak hampir habis baginya.” (Ibnu Rajab al-Hanbali, Fathul Bari, [Madinah al-Munawarah, Maktabah al-Ghuraba al-Atsriyah: 1996] juz I, halaman 345).

Oleh karena itu, orang junub yang baru bangun misalnya di akhir waktu Subuh, ia harus segera melaksanakan mandi wajib dan tidak boleh menundanya lagi. Setelah itu dilanjutkan dengan berwudhu, dan segera melaksanakan shalat subuh agar waktunya tidak terlewat.

Bila nekat menunda waktu mandi maka hukumnya tentu berdosa, sebab ia sudah bangun tidur tapi tidak melaksanakan shalat Subuh pada waktunya.

Rasulullah saw bersabda:

لَيْسَ التَّفْرِيطُ فِي النَّوْمِ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ فِي الْيَقَظَةِ. رواه أحمد. صحيح

“Tidak ada kecerobohan saat tidur, kecerobohan itu terjadi saat orang bangun dari tidur.” (HR Ahmad. Shahih).

Dengan demikian, menunda mandi wajib bagi orang junub hukumnya boleh namun tetap memiliki batasan, yaitu tidak sampai melewati waktu shalat. Wallahu a‘lam.

Niat Mandi Wajib Laki-laki dan Perempuan

Berikut ini penjelasan mengenai doa niat mandi wajib laki-laki dan perempuan lengkap dengan perbedaan tata caranya.

Mandi wajib merupakan sesuatu yang penting untuk diketahui seorang muslim atau muslimah, terlebih jika ia sudah dewasa.

Sebab, mandi wajib adalah cara seorang muslim atau muslimah untuk mensucikan drinya dari hadas.

Adapun suci dari hadas adalah satu di antara syarat ketika kita melakukan ibadah.

Ada banyak musabab kenapa seseorang diwajibkan untuk mandi wajib.

Jika ia laki-laki adalah ketika ia keluar mani baik, baik karena mimpi basah ataupun hubungan suami istri maupun sebab lainnya.

Kemudian jika ia perempuan, maka mandi wajib perlu dilakukan jika ia selesai berhubungan badan atau suami-istri, selesai nifas dan setelah haid.

Doa Mandi Wajib Laki-laki dan Perempuan
Lantas bagaimana niat atau doa mandi wajib?

Nah, dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini panduan bacaan doa menyesuaikan dengan musabab mandi wajibnya untuk laki-laki ataupun perempuan:

1. Keluar mani atau berhubungan suami istri jika ia laki-laki

Bacaan doa atau niatnya adalah "Bismillahirahmanirahim nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbar minal janabati fardlon lillahi ta'ala"

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta'ala."

2. Setelah nifas jika ia perempuan

Bacaan doa atau niatnya adalah "Bismillahi rahmani rahim nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbar minan nifasi fardlon lillahi ta'ala"

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardhu karena Allah Ta'ala."

3. Setelah haid jika ia perempuan

Bacaan doa mandi wajib atau niatnya adalah Bismillahi rahmani rahim nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbar minal haidi fardlon lillahi ta'ala.

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardhu karena Allah Ta'ala."

Perbedaan Tata Cara Mandi Wajib Laki-laki dan Perempuan
Menurut hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, cara mandi wajib laki harus disertai dengan menyela pangkal rambutnya.

Sedangkan bagi perempuan, tidak perlu melakukan hal ini.

Berikut tata cara mandi wajib laki menurut salah satu hadis,

"Dari Aisyah dia berkata, "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan. Beliau menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan dan berwudhu dengan wudhu untuk salat. Kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata. Setelah selesai, beliau membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki." (HR. Bukhari dan Muslim).

Nah, jika hadis tersebut dirunutkan, maka cara mandi untuk laki-laki dan perempuan adalah sebagai berikut:

Laki-laki
Baca niat seperti di atas sesuai musababnya
Basuh kedua tangan
Tuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian basuh kemaluan.
Berwudhu seperti tata cara wudhu untuk salat.
Siram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata.
Basuh kepala sebanyak tiga kali.
Basuh seluruh tubuh.
Basuh kedua kaki.

Perempuan

Bacalah niat mandi wajib atau mandi junub terlebih dahulu.
Bersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali, kemudian lanjutkan dengan membersihkan dubur dan alat kemaluan.
Bersihkan kemaluan berikut kotoran yang menempel di sekitarnya dengan tangan kiri.
Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan menggosok-gosoknya dengan tanah atau sabun.
Lakukan gerakan wudu yang sempurna seperti ketika kita akan salat, dimulai dari membasuh tangan sampai membasuh kaki.
Bilas kepala dengan mengguyurkan air sebanyak 3 kali.
Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air. Dimulai dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri.
Pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan.


Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Bolehkah Menunda Mandi Wajib Karena Cuaca Dingin Atau Sedang Sibuk? Simak Penjelasannya, 

Berita terkait lainnya

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved