Mihrab

Al-Qur’an Sebagai Ibrah dan Pedoman Umat

"Sehingga jika kita membaca Al-Qur’an banyak berupa kisah-kisah umat terdahulu berbanding dengan ayat Al-ahkam hanya 200 dari ribuan ayat,” ujarnya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Umum DPP ISAD Aceh, Tgk Mustafa Husen Woyla, S.Pd.I 

Al-Qur’an menjadi petunjuk bagi segenap makhluk mukallaf dari jin dan manusia sampai kiamat kelak.

SERAMBINEWS.COM - Al-Qur’an adalah kalamullah yang qadim diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.

Al-Qur’an menjadi petunjuk bagi segenap makhluk mukallaf dari jin dan manusia sampai kiamat kelak.

Ketua Umum DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Mustafa Husen Woyla SPdI mengatakan, di dalam Al-Qur’an banyak mengisahkan kaum terbaik dan kaum yang paling dimurkai Allah, juga para raja adil dan raja yang paling dhalim seperti Fir’aun dan Qarun.

Bahkan Al-Qu’ran mengisahkan keluarga kecil Ibrahim dan lukmanul hakim.

“Artinya, semua paket lengkap gambaran dari kehidupan manusia dan juga kehidupan setelah kematian juga setelah kebangkitan, ada dalam Al-Qur’an sebagai ibrah dan pedoman bagi umat Nabi Muhammad SAW,"

"Sehingga jika kita membaca Al-Qur’an banyak berupa kisah-kisah umat terdahulu berbanding dengan ayat Al-ahkam hanya 200 dari ribuan ayat,” ujarnya.

Wakil Pimpinan Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee ini mengatakan, bahwa ayat Al-Qur’an pertama turun adalah tentang perintah iqra’ (bacalah).

Para ulama menafsiri iqra’ dalam berbagai tahapan.

“Pertama, Iqra’ ayat secara lisan saja. Kedua, Iqra’ lafadh dan makna. Tiga, Iqra’dalam bentuk tafsir yang luas menurut disiplin ilmu,"

"dan keempat Iqra’ dalam bentuk pengamalan seluruh pesan-pesan yang ada dalam Al-Qur’an,” jelas Tgk Mustafa.

Dia menjelaskan, Iqra’ pertama dan kedua inilah yang diganjar sepuluh pahala karena berbentuk ‘ubudiyah (ibadah).

Adapun ketiga berpahala jariyah tanpa batas karena itu tugas para ahli dibidangnya yang menghasilkan bermacam panduan hidup dunia berupa Aqidah, fikih dan akhlak sesuai panduan Al-Qur’an.

Ketika membaca Al-Qur’an, kata Tgk Mustafa, afdhalnya diiringi membaca terjemahan bagi orang ‘ajami (non arab) atau  tidak mampu berbahasa Arab.

Idealnya juga meresapi seluruh pesan-pesan yang ada dalam bacaanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved