Selasa, 2 Juni 2026

Tafakur

Kapan Hari Tasyrik Dilaksanakan dan Mengapa Umat Islam Dilarang Berpuasa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Setelah umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha pada 10 Dzulhijjah, terdapat tiga hari berikutnya yang dikenal sebagai Hari Tasyrik.

Tayang:
Gemini Ai
Ilustrasi Hari Tasyrik, yakni hari ke-11, 12, dan 13 Dzulhijjah yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Idul Adha serta waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan ibadah. (Ilustrasi: Gemini AI) 

Kapan Hari Tasyrik Dilaksanakan dan Mengapa Umat Islam Dilarang Berpuasa? Ini Penjelasan Lengkapnya

SERAMBINEWS.COM - Setelah umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha pada 10 Dzulhijjah, terdapat tiga hari berikutnya yang dikenal sebagai Hari Tasyrik.

Hari-hari ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena masih menjadi bagian dari rangkaian ibadah Idul Adha dan pelaksanaan kurban.

Bagi sebagian umat Muslim, Hari Tasyrik mungkin hanya dikenal sebagai hari setelah Idul Adha.

Padahal, hari-hari tersebut memiliki banyak keutamaan dan amalan yang dianjurkan untuk dilakukan.

Selain menjadi waktu yang diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurban, Hari Tasyrik juga merupakan momentum untuk memperbanyak zikir, mempererat silaturahmi, berbagi rezeki kepada sesama, serta mensyukuri berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Baca juga: Bolehkah Pasutri Berhubungan di Hari Tasyrik? Buya Yahya Tegaskan Hukumnya, Banyak yang Salah Paham

Kapan Hari Tasyrik Dilaksanakan?

Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah.

Karena Idul Adha jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah, maka Hari Tasyrik selalu dimulai sehari setelah Hari Raya Kurban dan berakhir pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Pada tahun 2025, Hari Tasyrik diperkirakan bertepatan dengan tanggal 7, 8, dan 9 Juni dalam kalender Masehi.

Ketiga hari tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Idul Adha.

Bahkan, bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah kurban, Hari Tasyrik masih termasuk waktu yang sah untuk melakukan penyembelihan hewan kurban.

Karena itu, suasana Hari Tasyrik biasanya masih dipenuhi berbagai aktivitas keagamaan, mulai dari pembagian daging kurban, silaturahmi antarwarga, hingga kegiatan sosial yang bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: Hari Tasyrik 2026 Ramai Dicari di Google, Buya Yahya Jelaskan Kenapa Umat Islam Dilarang Puasa

Mengapa Disebut Hari Tasyrik?

Secara bahasa, kata Tasyrik berasal dari bahasa Arab syarraqa yang berkaitan dengan matahari terbit atau menjemur sesuatu di bawah sinar matahari.

Para ulama memiliki beberapa penjelasan mengenai asal-usul penamaan Hari Tasyrik.

Pendapat pertama menyebutkan bahwa istilah tersebut berasal dari kebiasaan masyarakat Arab pada masa lalu yang menjemur daging kurban di bawah terik matahari untuk mengawetkannya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved