Citizen Reporter

FoodHub, Budaya Berbagi di Australia

FoodHub UNSW adalah inisiatif yang dijalankan oleh mahasiswa dan staf universitas dengan tujuan utama untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulita

Editor: mufti
IST
IKHWAN REZA, putra Aceh kelahiran Pidie dan Mahasiswa Master of International Business di University of New South Wales, melaporkan dari Sydney, Australia 

IKHWAN REZA, putra Aceh kelahiran Pidie dan Mahasiswa Master of International Business di University of New South Wales, melaporkan dari Sydney, Australia

Tahukah Anda, Australia adalah salah satu negara dengan biaya hidup tertinggi di dunia? Terutama untuk mereka yang tinggal di Sydney, kota bisnis terbesar di Australia, negara bagian New South Wales.

Biaya hidup yang tinggi tentu menjadi tantangan tersendiri. Untuk membantu meringankan beban sesama, sivitas akademia dari University of New South Wales (UNSW) melalui Lembaga Arc membuat program bernama FoodHub UNSW. Program ini tidak hanya berfokus pada pembagian makanan gratis, tetapi juga pada pembangunan budaya saling membantu dan berbagi di antara mahasiswa.

Sebelumnya, kami ingin menggarisbawahi bahwa setiap daerah punya karakteristik dan nilai berbagi dengan cara yang berbeda-beda. Masyarakat Aceh punya tradisi yang mendalam dan mengakar kuat sejak lama melalui kenduri dan berbagai cara yang lain. Namun, melalui reportase ini, mari kita mengenal budaya berbagi dari belahan bumi yang lain, yaitu Australia.

FoodHub UNSW adalah inisiatif yang dijalankan oleh mahasiswa dan staf universitas dengan tujuan utama untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Namun, jauh lebih dari sekadar pemberian makanan, program ini juga bertujuan untuk menciptakan ruang bagi mahasiswa untuk berkumpul, berbagi, dan belajar satu sama lain tentang berbagai isu, termasuk nutrisi dan kesehatan.

Salah satu aspek yang paling menarik dari FoodHub adalah bagaimana program ini mengintegrasikan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya. Mahasiswa yang berpartisipasi di FoodHub tidak hanya mendapatkan manfaat dari akses makanan, tetapi juga berkesempatan untuk berinteraksi dengan mahasiswa internasional lainnya.

Mereka berbagi tentang keunikan budaya dan pada saat yang sama mempelajari keberagaman budaya dari teman-teman internasional mereka. Ini merupakan pertukaran budaya yang kaya, memperluas wawasan dan memperkuat pengertian akan lintas budaya.

Foodhub dibuka selama tiga kali dalam seminggu. Mahasiswa atau masyarakat umum diperbolehkan mendaftar secara online secara gratis dan membawa tiket pada jadwal yang telah ditentukan. Biasanya, di setiap sesi akan dipenuhi dengan antrean yang sangat panjang.

Makanan yang bisa diambil, antara lain, beras, mi instan, susu, bumbu dapur, bawang, buah-buahan, jamur, roti tawar, roti gandum, wortel, sayur-sayuran, kentang, dan lain-lain. Tidak hanya makanan, terkadang juga akan banyak yang berdonasi pakaian bekas layak pakai, bahkan alat-alat dapur, setrika, dan sebagainya.

Lalu dari mana bahan makanan dan alat-alat ini dikumpulkan? Foodhub UNSW membuka donasi bagi siapa pun yang ingin menyumbang, baik dalam bentuk uang, maupun natura (barang. Selain itu, Foodhub juga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Australia. Banyak produk yang beberapa bulan sebelum expired (kedaluawarsa) akan disumbangkan.

Selain itu, banyak produk ‘reject’ supermarket, misalnya kentang yang ukurannya di bawah standar perusahaan, atau bahkan ukurannya terlalu besar, maka perusahaan itu akan menyumbangkan ke Foodhub.

Dari observasi yang kami lakukan, banyak sekali manfaat yang dirasakan mahasiswa maupun masyarakat yang merasakan benefitnya. Bahkan, ada mahasiswa yang tidak perlu membeli beras sama sekali sepanjang tahun yang terbantu melalui program ini.

Melihat dampak positif dari FoodHub di UNSW, terlihat potensi besar model ini untuk diadopsi dan diadaptasi oleh masyarakat Aceh.

Budaya Aceh yang kuat dalam membantu dan mendukung satu sama lain, terutama dalam situasi sulit, sangat sesuai dengan nilai-nilai yang diusung oleh FoodHub.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved