Sosok
Sosok Husna Ajrina, Gadis Pidie Aceh Lolos BPI UGM Usai 7 Kali Gagal Beasiswa
Sosok Husna Ajrina, gadis asal Pidie, Aceh yang lolos BPI UGM Yogyakarta usai 7 kali gagal beasiswa.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Dalam sebuah perjalanan kereta menjelang malam menuju Yogyakarta, gadis tangguh asal Pidie, Aceh itu menuliskan, “dulu pernah dikhayalin, sambil didoian dan dishalawatin. Berasa dejavu,” tulisnya dalam story singkat jelang tiba di Kota Gudeg, Sabtu (20/1/2024).
Adalah Husna Ajrina, anak kedua dari pasangan M Yani dan Nurhayati kelahiran Maret 1999.
Sempat gagal 7 kali tes, berakhir lolos Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Kemendikbudristek pada 27 September 2023 lalu.
Kini, alumnus Fisika FMIPA Universitas Syiah Kuala (USK) itu akan segera menjalani pendidikan Magister (S2) Fisika FMIPA di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Februari 2024 mendatang.
Dia bercerita, bisa sampai di titik ini bukanlah pekerjaan mudah.
Mulai dari nekat belajar bahasa Inggris ke Pare Jawa Timur dengan uang pas-pasan hasil tabungannya selama mengajar di TPA, privat bimbel hingga jadi asisten laboratorium dan pustakawan saat kuliah S1 dulu.
Baca juga: Kisah Nurul Khalisa dari Aceh, Gagal Beasiswa 13 Kali Akhirnya Lolos ke Australia melalui LPDP
Baca juga: Kisah Rahmi, Anak Nelayan Tangguh asal Simeulue Kuliah Tanpa Beasiswa, Mimpi Ingin S2 di UIN Jakarta
Gadis kelahiran Sigli ini juga berkali-kali ditolak sejumlah beasiswa, mulai dari LPDP batch 2 jalur reguler 2022, LPDP batch 1 dan 2 tahun 2023, beasiswa Rumania, MEXT Jepang, AAS, sampai beasiswa POSCO Korea.
“Walau masih gagal, sesama pejuang beasiswa saling memberikan semangat. Begitu pun orang tua dan abang saya,” kenang Husna saat menjalani titik terendahnya kepada Serambinews.com, Minggu (21/1/2024).
Salah satu momen yang paling dikenangnya adalah saat sudah dinyatakan memenuhi passing grade salah satu beasiswa dan hampir lolos. Namun ada pewawancara yang tidak merekomendasikannya saat proses interview.
Meski gagal lagi, alumnus MAS Ulumul Quran (MUQ) Banda Aceh itu tidak patah arang, dia bekerja sambil terus belajar mengasah kemampuan bahasa Inggris di Pare dan menyiapkan sejumlah tes beasiswa lainnya yang memungkinkan untuk diikuti.
Terbiasa membantu sang ibu berjualan kue saat SD dulu, membuatnya menjadi sosok yang mandiri dan tak mau berpangku tangan ke orang tua dalam menggapai cita-citanya saat dewasa.
Husna sempat bekerja menjadi tutor bahasa Inggris untuk TOEFL di Pare sembari menyiapkan tes beasiswa.
Dia selalu ingat pesan sang ibu, "rezeki sudah Allah atur, jangan takut-takut melangkah pergi belajar."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sosok-Husna-Ajrina-Gadis-Pidie-Aceh-Lolos-BPI-UGM-Usai-7-Kali-Gagal-Beasiswa.jpg)