Debat Pilpres 2024

Gibran Pancing Duluan Nama Tom Lembong, Budiman Sebut Tak Layak Ungkit Contekan Jokowi ke Publik

Gibran pancing duluan nama Tom Lembong, kini Budiman Sudjatmiko sebut tak layak ungkit contekan Jokowi ke publik.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
YouTube Partai Solidaritas Indonesia
Budiman Sudjatmiko sebut tak layak Tom Lembong ungkit soal contekan Jokowi ke publik. 

"Karena itu akan berpotensi terjadi dengan mereka. Ini soal etika yang sering yang selalu dibicarakan Pak Anies dan Cak Imin. Problem itu ada di tubuh mereka,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tom Lembong merespon soal dirinya disebut-sebut oleh Gibran saat debat Pilpres pada Minggu lalu.

"Saya sangat mengapresiasi ucapan Mas Gibran yang berkali-kali menyebut nama saya," kata Tom Lembong di acara CNBC Indonesia, Senin (22/1/2024).

"Ya tentunya selama 7 tahun saya membuat contekan dan menulis pidato, dan materi bicara bagi ayahnya, Pak Presiden (Jokowi)," sambungnya.

Baca juga: Punya Rumah Mewah Bak Istana, ini Sumber Penghasilan Ustaz Solmed, Ada Bisnis Susu hingga Jual Rokok

Debat Seru Sebelumnya Anies Singgung Ordal Alutsista, Prabowo Sebut Keliru

Sementara dalam debat pilpres sebelumnya, Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 1, Anies Baswedan menyebut soal "orang dalam" Prabowo Subianto terkait pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Hal itu diucapkannya dalam Debat Capres Ketiga yang disiarkan langsung sebagaimana mengutip YouTube Serambinews.com, Minggu (7/1/2024) malam.

Dalam debat tersebut, semua kandidat capres saling adu gagasan dan "menguliti" lawan masing-masing soal pertahanan, keamanan, hubungan internasional dan geopolitik.

Anies dalam debat itu menyebutkan, kenyataannya ketika Prabowo memimpin Kementerian Pertahanan, banyak orang dalam terlibat pengadaan alutsista hingga pengelolaan food estate.

"Banyak orang dalam pengadaan alutsista PT Teknologi Militer Indonesia (PT TMI), Indonesia Defense & Security Technologies," ucap Anies.

"Lalu 'orang dalam' dalam pengelolaan food estate," sambungnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan eks Menteri Pendidikan RI itu juga menyinggung soal sikap politik Prabowo yang jalan terus ketika ada pelanggaran etika soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat capres-cawapres beberapa waktu lalu.

"Kita semua menyaksikan, ketika ada pelanggaran etika dan bapak tetap jalan terus dengan cawapres yang melanggar etika," ucap Anies.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu juga menyoroti soal pidato Prabowo beberapa waktu lalu soal etika.

"Dan kemudian dalam pidato bapak mengolok-ngolok tentang pentingnya etika, saya tidak tega untuk mengulanginya," ungkap Anies.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved