Perang Gaza

Israel Ingin Yahya Sinwar dan Deif Diusir dari Gaza dalam Perjanjian Gencatan Senjata Terbaru

Upaya mediasi intensif yang dipimpin oleh Qatar, Washington dan Mesir dalam beberapa pekan terakhir berfokus pada pendekatan bertahap untuk membebaska

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/INTERNET
Mohammed Deif telah memimpin sayap militer Hamas, Brigade Qassam, sejak tahun 2002 dan Yahya Sinwar. 

Hamas ingin Amerika Serikat, Mesir dan Qatar menjamin penerapannya, dan khawatir pemerintahan Netanyahu akan melanjutkan pertempuran setelah Hamas membebaskan sandera sipil, bahkan jika tentara Israel masih ditawan, kata pejabat Palestina.

Selama putaran ini, Hamas telah mengupayakan pembebasan seluruh tahanan Palestina dari penjara Israel, termasuk mereka yang ikut serta dalam serangan 7 Oktober, kata sumber AS.

Pejabat yang diberi penjelasan mengenai perundingan tersebut mengatakan bahwa Hamas telah melunakkan permintaan tersebut, yang kemungkinan besar akan ditentang keras oleh Israel.

Hamas percaya bahwa sebelum secara serius membicarakan gencatan senjata jangka panjang, Israel ingin mengakhiri operasinya di Khan Younis, kota selatan di Gaza yang mengalami serangan dan pertempuran paling intens dalam beberapa pekan terakhir, kata pejabat Palestina.

Reuters tidak dapat segera menentukan status diskusi mengenai apakah pasukan dan kendaraan Israel akan tetap berada di Gaza selama gencatan senjata berkepanjangan.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved