Jurnalisme Warga
Air Terjun Seuhom, Destinasi Wisata Favorit
Selesai makan di pinggir sungai dengan ditemani indahnya pemandangan Air Terjun Seuhom, kami lanjutkan dengan shalat Zuhur. Di Aceh, mau seterpelosok
Kami antusias sekali saat akan berenang. Sebelumnya kami diberi arahan oleh kakak mentor Kelas Saman untuk tetap berhati-hati dalam tingkah laku dan ucapan. Kami juga tidak lupa berdoa dan melakukan kegiatan pemanasan terlebih dahulu sebelum berenang.
Saat menginjakkan kaki ke aliran Air Terjun Seuhom, terasa sangat dingin. Keasrian dan kebersihan di sepanjang aliran air tetap terjaga dan dijaga baik oleh pengunjung di sana. Dinginnya air terjun itu dingin yang menyegarkan sehingga kami tidak kehilangan antusiasme untuk berenang.
Saya dan teman-teman Kelas Saman sangat senang bermain air. Melihat kami, Bapak DPL dan mentor kami juga ikut turun untuk menikmati segarnya air terjun secara langsung siang itu. Kami semua banyak bermain dan saling tertawa bahagia. Saling melempar candaan satu sama lain dan berfoto bersama dari bawah air terjun.
Saya sebenarnya tidak bisa berenang. Namun, teman-teman saya dari Kelas Saman banyak membantu saya selama saya berada di dalam air, termasuk mengajari saya cara berenang. Saya sangat bersyukur memiliki mereka sebagai keluarga saya di Aceh. Kami sangat menikmati waktu berenang kami dengan dihiasi ragam obrolan yang mengundang tawa.
Air Terjun Seuhom merupakan salah satu tempat wisata favorit saya di Aceh. Sebenarnya banyak sekali objek wisata di Aceh yang sudah saya kunjungi, tetapi Air Terjun Seuhom memberi kesan tersendiri bagi saya.
Tak terasa, sudah dua jam kami berenang. Kami memutuskan untuk mandi sebagian demi sebagian karena kamar bilas di sana hanya terdapat lima kamar.
Setelah puas mandi, kami pun bersiap untuk pulang ke asrama di Lampaseh, Banda Aceh. Kami bersiap-siap dan kami juga tidak lupa membersihkan kembali tempat yang sudah kami pakai. Sebelum pulang kami juga berswafoto untuk dokumentasi dalam pelaporan kegiatan Modul Nusantara kami.
Dalam perjalanan menuju Banda Aceh, kami melaksanakan shalat Asar di salah satu masjid di Aceh Besar.
Selama di Aceh, satu hal yang pasti: semua masjid akan nyaman dipakai untuk beribadah, di mana pun itu selama kalian berada di Aceh.
Banyak sekali hal yang layak saya syukuri selama saya berada di Aceh. Jika hidup kalian berat, sebenarnya kalian hanya butuh bersyukur untuk meringankan perjalanan hidup kalian yang berat itu. Karena, nikmat-nikmat kecil yang Allah berikan itu adalah hal yang luar biasa jika dibarengi dengan rasa syukur di dalam hati.
Salam dari Aceh, Bumi Serambi Mekkah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/AFIQA.jpg)