Breaking News

Berita Pidie

IPARI Pidie Hibahkan Kitab untuk Warga Lapas Kota Bakti

Ketua IPARI Pidie, Tgk Mukhlisuddin mengatakan, Kitab Kifayatul Ghulam berisi kajian pokok-pokok ajaran ilmu fikih Islam (rukun Islam yang lima)

Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Kabupaten Pidie Menyerahkan Hibah Kitab Penunjang Kepada Warga Binaan di LAPAS Kelas II Kota Bakti Lamlo, Selasa (30/1/2024). 

Ketua IPARI Pidie, Tgk Mukhlisuddin mengatakan, Kitab Kifayatul Ghulam berisi kajian pokok-pokok ajaran ilmu fikih Islam (rukun Islam yang lima) 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Pidie menyerahkan hibah Kitab Penunjang pada Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Kota Bakti Lamlo, Selasa (30/1/2024).

Kegiatan ini sebagai penunjang bimbingan penyuluhan.

Sementara itu, kitab yang dihibahkan adalah kitab Kifayatul Ghulam.

Kalapas Kota Bakti, Arip Herdian, Amd.IP, SH menyampaikan rasa terimakasih atas perhatian penyuluh.

Baca juga: KIP Pidie Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu

Ketua IPARI Pidie, Tgk Mukhlisuddin mengatakan, Kitab Kifayatul Ghulam berisi kajian pokok-pokok ajaran ilmu fikih Islam (rukun Islam yang lima) mazhab Syafi’i.

"Mulai dari jenis-jenis najis, tata cara bersuci, melaksanakan salat dengan segala syarat, rukun, wajib, sunnah, makruh, dan haramnya, menunaikan zakat dengan segala perinciannya, demikian juga membahas puasa, berhaji, umrah, hingga nikah. Semua itu dikaji dengan ringkas dan padat," katanya.

Karya ini ditulis dalam bahasa Melayu beraksara Arab.

Dalam menerangkan beberapa kajian peribadatan dalam kitab ini, Syaikh Ismail Minangkabau kerap menyebutkan beberapa referensi yang menjadi acuan kitabnya ini ditulis, seperti kitab al-Hawi karangan al-Razi, Ihya ‘Ulumid Din karangan al-Ghazali, dan lain-lain.

Kegiatan Penyuluhan Rutin Penyuluh Agama Islam Kab. Pidie tahun 2024 dimulai serentak sejak 23 Januari 2024 di 3 Lapas/Rutan se Kab. Pidie, setelah penandatangan Nota Mou antara Pihak Lapas dan Kementerian Agama pada 17 Januari 2024 lalu di LAPAS Perempuan Kelas II-B Sigli.

Dikatakan, penyuluhan Bina Mental warga binaan merupakan kegiatan bersama 64 Penyuluh Agama Islam dengan membina materi Al Quran, Materi Tauhid, Tasauf, & Fiqh (Tastafi), dan materi keagamaan sebagai bekal hidup warga binaan.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved