Mihrab

Memilih Pemimpin Menurut Islam

Menurutnya, dalam menentukan siapa pemimpin negeri ini ke depannya, tentu harus melihat rekam jejak dan memilih pemimpin menurut Islam.

|
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Eddy Fitriadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Muslimah ISAD, Dr. Wahyu Khafidah, S.Pd.I, MA 

“Hal tersebut dianjurkan oleh Rasulullah SAW agar kita tidak memilih pemimpin yang lemah. Ketika pemimpin lemah terpilih maka akan membawa negara dan bangsa pada ketidakstabilan di berbagai bidang, membawa kepada kehancuran,” sebut Ustadzah Wahyu Khafidah.

Sebagaimana dalam hadis ‘apabila sifat Amanah sudah hilang, maka tunggulah terjadinya kiamat. Orang itu bertanya, “Bagaimana hilangnya Amanah itu? Nabi SAW menjawab: jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat’(HR Bukhari).

Lalu yang kelima memilih pemimpin yang jujur, dipercaya. Seorang pemimpin harus memiliki sifat amanah dan tidak curang.

Dalam hadis disebutkan bahwa, pemimpin yang tidak amanah akan diharamkan masuk ke dalam surga. ‘Tidaklah seorang hamba yang diserahi Allah SWT untuk memimpin rakyat, lalu ia meninggal dunia dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, kecuali allah mengharamkan masuk surga’ (HR. Bukhari).

“Mari kita kembali kepada surat An Nisa ayat 59 ‘Taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya),” tegas Ustadzah Wahyu Khafidah.

Karena itu, kata dia, memilih pemimpin dengan kriteria ini akan membawa Indonesia maju dan tumbuh menjadi negara makmur.

“Pemimpin yang baik menggali seluruh potensi yang ada dan memberdayakan segala potensi yang ada demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (ar)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved