Mihrab

Memilih Pemimpin Menurut Islam

Menurutnya, dalam menentukan siapa pemimpin negeri ini ke depannya, tentu harus melihat rekam jejak dan memilih pemimpin menurut Islam.

|
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Eddy Fitriadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Muslimah ISAD, Dr. Wahyu Khafidah, S.Pd.I, MA 

SERAMBINEWS.COM – Bangsa Indonesia pada 14 Februari 2024 akan menentukan pilihannya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024.

Masyarakat akan menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin negeri ini.

Ketua Muslimah Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Dr Ustadzah Wahyu Khafidah mengatakan, pada hari pencoblosan itu menjadi tanggung jawab besar masyarakat.

Sebab, hari itu akan menentukan masa depan Bangsa Indonesia dalam lima tahun mendatang.

Menurutnya, dalam menentukan siapa pemimpin negeri ini ke depannya, tentu harus melihat rekam jejak dan memilih pemimpin menurut Islam.

“Pertama sebagai orang yang akan memilih calon pemimpin maka niatkan yang bersih dan laksanakan shalat sunah hajat, shalat sunah istikharah untuk meminta dan memohon petunjuk kepada Allah Swt untuk diperlihatkan pilihan terbaik,” ungkapnya.

Baca juga: Wacana Hadirkan Bank Konvensional untuk PON, ISAD: Pengkhianatan Terhadap Syariat Islam

Kedua, lanjut Ustadzah Wahyu Khafidah, sosok pemimpin yang dipilih harus dekat dengan Allah SWT.

Hal ini bisa dilihat dari keseharian calon pemimpin dalam melaksanakan kegiatan keagamaan seperti hablum minallah.

Kemudian sosok pemimpin harus dekat dengan manusia (hablum minannas).

“Ketika memilih pemimpin yang memiliki nilai plus dalam hablum minallah dan hablum minannas maka akan terbesit dalam hati kita makna kejayaan Islam dan umat Islam di bawah pengayom pemimpin yang kita pilih,” ujarnya.

Lalu yang ketiga untuk memperhatikan orang yang ada di sekitar calon pemimpin tersebut.

Hal ini diperlukan karena nanti orang yang disekitar pemimpin tersebut akan sangat mempengaruhi kepemimpinan kelak.

Keempat memilih pemimpin yang tidak lemah dan tentunya amanah.

Hal ini sesuai dengan hadis nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Muslim ‘wahai Abu Dzar, kamu ini lemah (untuk memegang jabatan) padahal jabatan merupakan amanah.

Pada hari kiamat ia adalah kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi siapa yang mengambilnya dengan benar dan melaksanakan tugas dengan baik’.

Baca juga: ISAD Aceh Gelar Kajian Tastafi Bahas Kemerdekaan Palestina dan Akidah Generasi Muda

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved