Nenek Cemburu, Diduga Coba Bunuh Suami Gegara Kartu Pos dari Wanita yang Dikencaninya 60 Tahun Silam
Bertha Yalter, seorang nenek asal North Miami, Florida cemburu diduga coba bunuh suami gegara kartu pos dari wanita yang dikencaninya 60 tahun silam.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Nenek cemburu, diduga coba bunuh suami gegara kartu pos dari wanita yang dikencaninya 60 tahun silam, begini kisahnya.
Bertha Yalter (71), seorang wanita asal North Miami, Florida dituduh menyerang dan mencoba membunuh suaminya atas kartu pos yang dia terima dari seorang wanita di Turki yang dia kencani enam dekade lalu.
Dilansir dari Oddity Central pada Jumat (9/2/2024), Bertha menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan dan penyerangan terhadap seseorang berusia 65 tahun ke atas.
Dia diduga menyerang suaminya dalam keadaan marah, mencoba membekap korban yang sudah lanjut usia dengan bantal setelah mengetahui bahwa suaminya menerima kartu pos dari seorang wanita di Turki yang dikencaninya sekitar 60 tahun lalu.
Serangan itu terjadi di kondominium pasangan tersebut di kawasan Pantai Timur, Pantai Miami Utara.
Aksi tersebut menyebabkan sang pria tampak lemah, mengalami memar dan luka terbuka di kedua lengan dan area perutnya, serta bekas gigitan berdarah.
Menurut beberapa sumber, Bertha kesal setelah suaminya mengaku membalas kartu pos teman lamanya, tapi hal itu tidak membenarkan reaksi kekerasannya.
Baca juga: Kisah Perselingkuhan Membawa Petaka, Wanita Diperas dan Ancam Sebar Foto Panas ke Suami Sah
Baca juga: Suami di Tebingtinggi Aniaya Istri yang Baru Dinikahi Dua Bulan, Gara-gara Ketahuan Selingkuh
Pengacara wanita tersebut mengatakan kepada wartawan, pasangan lanjut usia tersebut terlibat pertengkaran yang dampaknya sangat disesalkan, namun semestinya tidak perlu menuntutnya atas percobaan pembunuhan.
Di sisi lain, seorang pengacara negara menjelaskan, percobaan membekap bantal memang merupakan percobaan pembunuhan karena “itu akan mencekik dan membunuhnya.”
“Saya rasa dia juga mengaku mengencingi suaminya,” kata pengacara negara bagian tersebut.
“Jadi, menurut saya jika Anda melihat keseluruhan situasinya, ini tampaknya lebih dari sekedar baterai domestik karena pencekikan,” sambungnya.
Saat ini, suami Bertha Yalter masih dalam masa pemulihan dari serangan yang dipicu oleh rasa cemburu dan sebenarnya berusaha mengeluarkannya dari penjara.
Terlepas dari pernyataan aslinya, dia kini membantah telah dibekap dengan bantal dan mengklaim bahwa dia “baik-baik saja”.
Polisi menyebut ada video kejadian itu di ponsel yang akan dijadikan bukti untuk memperjelas apa yang sebenarnya terjadi.
Tidak jelas apakah Bertha masih dipenjara, tetapi bahkan ketika dia dibebaskan, dia harus menjauh dari suaminya yang “sangat rapuh” sesuai perintah pengadilan.
Baca juga: Kapan Wanita Harus Shalat Dzuhur pada Hari Jumat? Begini Saran dari Buya Yahya
Kisah Lainnya: Wanita Diperas Berawal dari Foto Panas saat Selingkuh
Sementara kisah lainnya datang dari wanita berinisial WU asal Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, China sebagaimana dilansir dari Eva.vn, Senin (5/2/2024).
Dia menikah dengan sang suami pada 2016 silam saat masih berusia 23 tahun karena dikenalkan oleh seorang mak comblang.
Belakangan diketahui ternyata sang suami adalah pria tipikal tidak romantis, agak lamban dan malas.
Karena suami dianggap tidak dapat memenuhi kebutuhan emosional dan biologisnya, WU mencari pelampiasan dengan berteman online dan secara tidak sengaja bertemu LU, pria yang akhirnya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga mereka.
LU adalah pria yang menarik menurut WU, punya suara yang lembut dan manis, membuat wanita tersebut dengan mudah terpikat.
Mereka pun menjadi sepasang kekasih walau wanita tersebut sudah bersuami. WU sebenarnya tahu kalau pria tersebut merupakan seorang pengangguran dan malas karena tidak mau mencari pekerjaan.
Namun, karena LU punya jurus kata-kata manis dan dianggap mampu memuaskan hasratnya, wanita tersebut pun terjebak.
Setelah beberapa kali bertemu, keduanya memutuskan pergi ke sebuah hotel untuk melakukan hubungan terlarang.
Karena terlalu senang dan mudah tertipu, WU meminta selingkuhannya LU mengambil foto yang akhirnya menjadi jebakan untuk wanita tersebut.
Mulai Memeras
Suatu ketika, pria tersebut sedang terdesak kesulitan uang, dia memutuskan untuk meminjam 500 yuan (Rp 1 juta) dari WU. Jika tidak mengabulkan, LU bakal menyebarkan foto wanita tersebut saat di hotel bersamanya.
Tak disangka, WU dengan mudahnya memberikan uang yang diminta kekasih gelapnya itu dan mengatakan tidak perlu mengembalikannya.
Setelah itu, beberapa hari kemudian LU terus meminjam 1.000 yuan (Rp 2,1 juta). Namun kali ini sedikit berat, WU tidak punya uang sebanyak itu dan dia juga tidak berani meminta ke suaminya.
Tanpa diduga, wanita tersebut menerima pesan teks beserta foto dirinya dan mengancam akan menyebarkan ke suami sahnya.
Karena takut, WU segera meminjam uang ke orang lain untuk diberikan ke LU.
Ternyata tak berhenti di situ, pria tersebut kembali meminta uang lebih besar lagi, kali ini 5.000 yuan (Rp 10,9 juta) dengan ancaman yang sama, sebar foto saat mereka di hotel.
WU tidak punya uang sebanyak itu, sebab gaji per bulannya saja hanya 3.000 yuan (Rp 6,5 juta).
Wanita tersebut di tengah dilema, sebab bila tak memberikan uang yang diminta maka foto panasnya akan tersebar.
Namun bila mengabulkan permintaan pria tersebut, artinya dia akan terus-terus mendapat tekanan yang sama ke depannya.
Wanita itu pun menyesali hubungan di luar nikah antara dirinya dan LU, tidak tahu cara keluar dari lingkaran setan jebakan tersebut.
Akhirnya, setelah beberapa hari tersiksa karena pemerasan dan ancaman, WU melaporkan kasus tersebut ke polisi Kota Nanjing.
Setelah mendengar kesaksian WU, polisi terdiam. Bagaimanapun semuanya disebabkan oleh WU sendiri, perilaku perzinahannya yang menyebabkan hal ini terjadi.
Wanita tersebut kemudian berkoordinasi dengan polisi untuk menjebak LU dengan berpura-pura menarik uang, lalu mengatur pertemuan dengan pria tersebut untuk memberikan apa yang dimintanya.
Saat LU muncul, polisi segera bergegas menangkapnya. Setelah dilakukan penyelidikan, perilaku pria tersebut dipastikan pemerasan.
Dia tampak sangat takut dan menyesal, bahkan mengatakan dia akan membayar uang ganti rugi WU dan menghapus fotonya, tapi sudah terlambat.
Dalam kasus ini, LU memeras WU sebanyak 3 kali, jumlah uang yang terlibat total mencapai 6.500 yuan (Rp 14,2 juta).
Pada akhirnya, dia menerima hukuman penjara lima tahun.
LU harus membayar harga yang pantas atas kejahatannya, tapi itu berarti perselingkuhan WU tidak bisa lagi disembunyikan.
Belum jelas apa yang akan terjadi pada wanita tersebut, namun yang pasti pernikahannya bersama sang suami tidak lagi sebahagia dulu.
(Serambinews.com/Sara Masroni)
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.