Senin, 20 April 2026

Perang Gaza

Genosida Terus Berlanjut di Gaza, Israel Lawan Keputusan Pengadilan PBB

Pengadilan di bawah PBB itu mengeluarkan perintah sementara yang menuntut Israel berhenti menghalangi pengiriman bantuan ke Gaza.

Editor: Taufik Hidayat
Fatima Shbair/Associated Press
Warga Palestina di tengah kehancuran akibat serangan udara Israel di Rafah, di Jalur Gaza selatan, pada Jumat (9/2/2024). 

Israel terus lakukan pembantaian

Terlepas dari keputusan ICJ, sejauh ini pemerintahan Tel Aviv belum mengambil langkah apa pun yang menunjukkan kepatuhannya terhadap keputusan tersebut.

Laporan dari Gaza menunjukkan bahwa Israel telah meningkatkan kekerasan setiap hari sejak 26 Januari, dan Israel terus melakukan pengeboman terhadap warga sipil dan menghalangi masuknya sebagian besar bantuan kemanusiaan.

Sejak ICJ mengeluarkan perintah tindakan sementara kepada Tel Aviv, namun Israel sejauh ini membunuh 1.625 warga Palestina dan melukai sedikitnya 2.660 orang di Jalur Gaza saja hanya dalam waktu 13 hari terakhir.

Meski dituduh melakukan genosida dan kejahatan perang karena melakukan pengeboman dan telah menyebabkan banyak rumah sakit tidak berfungsi, Israel terus menyerang banyak pusat kesehatan, termasuk Rumah Sakit Nasser di Gaza, bahkan setelah keputusan ICJ.

Penyerangan ke Rafah

Sekitar 2 juta warga Palestina dari sekitar 2,3 juta seluruh penduduk Jalur Gaza terpaksa mengungsi. Mayoritas pengungsi mencari perlindungan di kota Rafah, yang terletak di perbatasan dengan Mesir di selatan Jalur Gaza.

Sebelum operasi militer Israel, sekitar 280.000 orang tinggal di Rafah. Saat ini, populasi Rafah telah melampaui 1,2 juta jiwa, meningkat empat kali lipat.

Karena tempat tinggal yang tidak memadai, sebagian besar warga Palestina berjuang untuk bertahan hidup di kamp-kamp darurat. Pemerintah Israel kini memberikan ancang-ancang untuk melancarkan serangan darat ke Rafah.

Terlepas dari keputusan ICJ untuk menghentikan tindakan yang dapat dianggap sebagai genosida berdasarkan Pasal 2 Konvensi Genosida, Israel malah memperluas serangannya ke arah selatan, tempat lebih dari separuh dari 2 juta warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal mencari perlindungan, dan sebelumnya Israel telah menyatakannya sebagai “zona aman.”

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant secara terbuka mengumumkan niat mereka untuk melancarkan serangan darat ke Rafah pekan lalu.

Rafah telah menjadi sasaran serangan udara Israel selama berbulan-bulan, namun serangan darat baru yang diperkirakan akan menimbulkan kekhawatiran akan tragedi kemanusiaan baru dalam serangan yang sedang berlangsung terhadap warga sipil di Jalur Gaza.(AnadoluAgency)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved