Berita Luar Negeri
Mengungkap Sisa Pasukan Brigade Infanteri Ukraina Setelah 2 Tahun Berperang Lawan Rusia
Akibatnya Ukraina telah mengalami kehabisan pasokan amunisi dan diperparah dengan memanasnya hubungan para elit di Ukraina.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Taufik Hidayat
Pada tanggal 18 Februari 2024, tentara Rusia mengumumkan kendali penuh atas kota Avdiivka (wilayah Donetsk) - salah satu ‘ring api’ di garis depan di Ukraina.
Baca juga: FAKTA Jenderal Oleksandr Syrskyi, Panglima Baru Ukraina: Lahir di Rusia dan Berteman dengan Moskow
Sebelumnya, pada 16 Februari 2024, Oleksandr Borodin - juru bicara Brigade Penyerang ke-3 Ukraina - mengatakan i bahwa, di Avdiivka, jumlah tentara Rusia 7 kali lebih banyak daripada pasukan Ukraina.
Mengutip pejabat Ukraina, menyebutkan angkatan bersenjata Ukraina saat ini berjumlah sekitar 800.000 orang.
Sementara itu, pada Desember 2023, Presiden Rusia Putin memerintahkan penambahan 170.000 tentara ke pasukan Rusia. Jumlah total pasukan Rusia sekitar 1,3 juta tentara.
Kantor berita Reuters juga mewawancarai lebih dari 20 tentara dan komandan Ukraina di berbagai wilayah di sepanjang garis depan.
Sebagian besar mengatakan personel dan senjata adalah dua masalah terbesar yang dihadapi pasukan Ukraina.
Hryhoriy - seorang komandan Brigade ke-59 - mengatakan bahwa, setelah kemajuan di Avdiivka, tentara Rusia terus menyerang tanpa henti dengan kelompok "5-7 orang".
Hryhoriy mengatakan, setiap harinya, tentara Rusia bisa mengatur serangan sebanyak 10 kali.
Baca juga: Militer Ukraina Mulai Ketakutan, Rusia Lakukan Serang Menggunakan Rudal Hipersonik 3M22 Zircon
“Ketika 1 atau 2 posisi bertahan menghadapi serangan terus menerus seperti ini, prajurit akan merasa lelah,” kata Hryhoriy.
“Senjata rusak dan jika tentara tidak menerima amunisi tambahan atau senjata pengganti, Anda dapat memahami konsekuensi apa yang akan ditimbulkannya,” tambah Hryhoriy.
Skorpion (nama panggilan) - seorang prajurit yang bertugas di unit artileri Ukraina - mengatakan bahwa sistem GRAD (artileri peluncuran serial) yang ia operasikan saat ini hanya menembak pada kapasitas 30 persen.
“Belakangan ini situasinya menjadi seperti ini. Amunisi yang disediakan oleh bantuan asing tidak banyak,” kata Skorpion.
Kementerian Pertahanan Ukraina belum menanggapi permintaan komentar mengenai status Brigade ke-59.
Ukraina sangat bergantung pada bantuan keuangan dan senjata dari Barat untuk melanjutkan konflik, namun paket bantuan senilai USD 61 miliar masih tertahan di Dewan Perwakilan Rakyat.
Pasukan Ukraina tampaknya lebih rentan dari sebelumnya. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
| Mantan Mata-mata AS Monica Witt Membelot ke Iran, Kini Diburu oleh FBI, Kepalanya Dihargai Rp3,5 M |
|
|---|
| Pengakuan Trump Usai Penembakan: "Andai Tahu Jabatan Presiden Berbahaya, Saya Tidak Calonkan Diri" |
|
|---|
| Detik-Detik Presiden Trump Nyaris Jadi Sasaran Penembakan, Pelaku Serbu Ruang Dansa di Gedung Putih |
|
|---|
| Iran Gak Mau Berunding Lagi dengan AS: Tak Ada Kompromi untuk Tuntutan Sepihak Washington |
|
|---|
| 191 Tewas Selama 4 Hari Perayaan Festival Air ‘Songkran’di Thailand, 911 Orang Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pasukan-Ukraina-Berpatroli-dengan-Kendaraan-Tempur.jpg)