Selasa, 19 Mei 2026

Opini

Haji dan Isu Kesehatan Global: Sebuah Memori dan Catatan Petugas Haji

Catatan diatas mengingatkan kita sebagai petugas haji sudah semestinya mempunyai jiwa seperti jiwa Uwais Al-Qarni yang dianggap makhluk langit, dimana

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Dahrul Fakri SKM MSi dan Safrizal SKM MKM. 

Oleh: Dahrul Fakri SKM MSi dan Safrizal SKM MKM*)

BAGI tenaga kesehatan, menjadi petugas haji merupakan cita-cita yang paling tinggi dalam sebuah pengabdian.

Ada kisah yang menarik yang dituliskan oleh Helmi Hidayat dalam Buku Catatan Petugas Haji: Ketika Allah Cemburu Ka’bah, dimana menjadi petugas haji harus berani berkorban demi kepentingan jemaah.

Praktik ini bisa disaksikan ketika misalnya, petugas yang kakinya  melepuh tapi tetap semangat menggendong jemaah lansia, merawat jemaah 24 jam serta menganggap jemaah seperti orang tua sendiri.

Catatan di atas mengingatkan kita sebagai petugas haji sudah semestinya mempunyai jiwa seperti jiwa Uwais Al-Qarni yang dianggap makhluk langit, dimana mampu menggendong ibunya dari Yaman ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji, kita sebagai petugas haji harus mau menggendong jemaah haji khususnya bagi mareka yang lansia, serta selalu memberikan pembinaan, pelayanan, perlindungan yang terbaik bagi jemaah haji.

Dalam surat Ali Imran Ayat 97 Allah Berfirman yang artinya “Disana terdapat tanda-tanda yang jelas, (diantaranya) Maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mnengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.

Dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 1444 H/2023 M total jemaah haji Aceh berjumlah 4.563 orang dengan jumlah laki-laki 1.832 orang sedangkan perempuan berjumlah 2.731 orang. Berdasarkan data dari Embarkasi Aceh Bagian Surveilans Epidemiologi (2023). Yang meninggal di tanah suci mencapai 13 orang, dari Certificate of Death (CoD) yang dikelurakan oleh KKHI atau dokter kloter diaganosa yang paling tinggi penyebab kematian jemaah haji adalah Penyakit Sistem Sirkulasi (Cardiovascular).

Apa Kaitan Current Issue and Global Health dengan Haji?

Kita mengetahui bahwa Makkah dan Madinah menjadi tempat berkumpulnya manusia dari seluruh dunia untuk melaksanakan haji, umrah dan berziarah. Tempat utama pelaksanaan ibadah haji itu sendiri berada di Arafah (Haji itu adalah Arafah).

Arafah menjadi tempat berkumpulnya manusia dalam satu waktu dan dalam satu tempat, jumlah total jemaah haji tahun 2023 mencapai 1.8 juta jiwa.

Perkumpulan manusia yang banyak tersebut tentu berisiko penularan penyakit, khususnya penyakit menular, seperti Influenza, Meningitis, Covid 19, Mers Cov, Ebola dan Communicable Diseases lainnya. Pada tahun 2020 dan 2021, sempat terhambat prosesi ibadah haji disebabkan oleh Covid 19.

Sehingga Kerajaan Saudi Arabia (KSA) membatasi jumlah jemaah haji pada tahun-tahun tersebut, dan sudah kembali normal pada prosesi haji tahun 2022 dan 2023. Kerajaan Saudi Arabia (KSA) juga mengharuskan jemaah haji untuk dilakukan vaksinasi meningitis dan Covid 19 sebelum berangkat tanah suci.

Formula 5-5-3 Ala Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Rabu malam (15 Agustus 2018) Menag Lukman Hakim Saifuddin sebagai “Amirul Hujjaj” mengumpulkan 3.500 petugas haji yang ada di Mekkah. Malam itu disebut juga malam konsolidasi, penuh dengan kehangatan dan kebersamaan, malam itu mirip juga seperti malam konsolidasi pasukan tempur sebelum diberangkatkan ke medan perang.

Para ujung tombak keberhasilan haji dipertemukan dengan para pejabat penting dari Jakarta dan Arab Saudi, diantaranya adalah Dubes RI untuk Arab Saudi, dan dua wakil ketua DPR RI, serta sejumlah wakil rakyat dan pejabat lainnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved