Rabu, 20 Mei 2026

Opini

Haji dan Isu Kesehatan Global: Sebuah Memori dan Catatan Petugas Haji

Catatan diatas mengingatkan kita sebagai petugas haji sudah semestinya mempunyai jiwa seperti jiwa Uwais Al-Qarni yang dianggap makhluk langit, dimana

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Dahrul Fakri SKM MSi dan Safrizal SKM MKM. 

1. Seluruh petugas kembali ke pos masing-masing yang telah ditentukan oleh Daker Makkah, Daker Madinah dan Daker Bandara

2. Pastikan kepulangan jemaah haji gelombang 1 kembali ke tanah suci

3. Pastikan pergerakan jemaah gelombang II menuju Madinah berjalan dengan aman dan lancar.

Dari formula tersebut, yang paling sulit dijalankan oleh petugas adalah fase wukuf. Ini adalah fase terberat dalam prosesi ibadah haji. Fase wukuf dimulai sejak jemaah yang berada di hotel-hotel mewah di Makkah diberangkatkan dengan bus.

Caranya sangat luar biasa. Dari 221.000 jemaah haji Indonesia, masing-masing dikumpulkan dalam satu kompi berjumlah 3.000 jemaah, masing-masing kompi tersebut harus diangkut dalam 21 bus dari hotel-hotel mewah yang berada di Makkah dan diberangkatkan ke Arafah, dari Arafah esok harinya habis ashar akan diberangkankan kembali ke Muzdalifah tapi karena jarak Arafah - Muzdalifah pendek, maka setiap kompi 3.000 jemaah haji hanya diangkut oleh 7 bus.

Dipertengahan malam itu juga jemaah haji diberangkatkan kembali dari Muzdalifah ke Mina dengan bus yang sama, pengalaman kami sebagai petugas, pergerakan jemaah dari Muzdalifah ke Mina merupakan kondisi yang paling berat yang dialami oleh jemaah dari semua prosesi ibadah haji, disinilah jemaah butuhkan kesabaran yang tinggi dan sambil jemaah haji bertalbiah “Labbaik Allahumma Labbaik…”.

Haji Sehat Haji Mabrur

Jemaah haji Indonesia sebagian besar (1 dari 3 jemaah haji) adalah lansia dan terjadi tren peningkatan setiap tahun,  serta memiliki risiko tinggi kesehatan, misalnya usia diatas 60 tahun, memiliki masalah potensial kesehatan seperti penyakit cardiovascular, metabolik, paru (saluran pernafasan), ginjal, hypertensi dan gangguan kejiwaan seperti (skizofrenia, gangguan bipolar).

Seluruh jemaah haji wajib mengikuti 3 kali pemeriksaan kesehatan (tahap 1 Puskesmas, tahap 2 Rumah Sakit Daerah dan tahap 3 Embarkasi/Asrama Haji) sebelum diberangkatkan ke tanah suci. Vaksinasi yang diharuskan adalah meningitis dan vaksin covid 19 lengkap.

Hal yang sangat penting dijaga oleh jemaah saat berada di tanah suci yaitu:

1). Minum air putih sesuai kebutuhan (sangat baik kalau yang diminum air zamzam), bila selesai Tawaf minum 2 gelas air zamzam, selesai Sai juga minum 2 gelas air zamzam. Saat wukuf di Arafah maka air putih dicampur dengan oralit dan diminum per 2 jam di mulai selesai shalat subuh, yaitu jam 6, 8, 10, 12, 14 dan jam 16 Waktu Saudi Arabia (WSA), untuk menghindari heat stroke (heat stroke sering terjadi saat wukuf di Arafah). lihatlah warna urine saat buang air kecil kalau warna urine kecoklatan dan kuning tua maka diperlukan minum yang banyak, serta jangan tunggu haus baru minum,

2). Makan makanan sesuai dengan yang dibagikan di kloter (nasi, ikan/daging dan sayur), apabila masih kurang bisa ditambah dengan buah-buahan dan roti, ditanah suci sangat mudah mendapatkan buah-buahan seperti kurma sangat dianjurkan,

3). Menggunakan payung apabila keluar hotel untuk menghindari sengatan panas (heat stroke).

4). Selalu memakai sendal bila keluar hotel dan keluar dari Masjid Haram, bila perlu bawakan 1 pasang sendal cadangan di tas untuk jaga-jaga apabila sendal hilang.

5. Memakai kaca mata bila keluar hotel untuk menghindari iritasi mata yang bisa menyebabkan mata merah/sakit mata.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved