Satwa

Belum Dievakuasi, Buaya Sepanjang 2, 9 Meter yang Ditangkap Warga Masih Terikat di Darat

Semalam sudah kami telepon BKSDA, gak mau mereka ambil karena mereka bilang gak ada biaya kasih makan

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/dok. Warga
Buaya berukuran 2,9 meter berhasil ditangkap warga di Tanjungkeramat, Aceh Tamiang, Minggu (25?2/2024). Populasi buaya di daerah ini meningkat sehingga butuh penanganan serius. 

Laporan Rahmad Wiguna l Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Buaya sepanjang 2,9 meter tangkapan warga di Tanjungkeramat, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang masih dalam kondisi terikat di darat, Senin (26/2/2024). 

Warga berharap pihak berwenang segera melakukan penanganan untuk menghindari buaya mati.

“Semalam sudah kami telepon BKSDA, gak mau mereka ambil karena mereka bilang gak ada biaya kasih makan,” kata seorang warga.

Warga pun mengaku bingung karena keberadaan buaya di darat sudah lebih 24 jam.

“Kami takutkan, kalau buaya ini mati, kami pula yang masuk penjara,” ungkap warga.

Baca juga: Bocah Perempuan 7 Tahun Tewas di Terkam Buaya di Bangka Tengah

Datok Penghulu Kampung Tanjungkeramat, M Jafar Siddik membenarkan sejak ditangkap 24 jam lalu, buaya tersebut belum dievakuasi dan masih di darat.

Namun menurut Jafar, pihak Polsek sudah memberi tahu kalau buaya tersebut akan dijemput siang ini.

“Ada info siang ini mau diambil BKSDA, kami cuma bisa menunggu,” kata dia.

Buaya berukuran 2,9 meter itu ditangkap warga menggunakan perangkap di Kampung Tanjungkeramat, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Minggu (25/2/2024) siang kemarin.

Perangkap ini dipasang warga di areal tambak yang juga difugsikan untuk mengumpulkan ternak lembu dan kambing.

Kawasan tambak berjarak tidak begitu jauh dari muara.

“Dalam beberapa bulan ini, ternak warga selalu hilang, ada informasi ada buaya masuk ke tambak,” kata Jafar Siddik.

Ukuran buaya ini terbilang besar karena setelah diukur nyaris mencapai 3 meter.

Besarnya ukuran ini juga terlihat jelas ketika tubuhnya tidak muat diangkut ke becak.

Warga berharap ada penanganan serius dari pemerintah karena populias buaya di daerah itu meningkat dalam dua tahun terakhir.

Mereka memastikan buaya yang kerap muncul ke permukaan air tidak hanya satu.

“Banyak, karena yang sering muncul ukurannya beda-beda, ukuran kecil juga banyak,” ungkap Jafar.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved