Satwa
Fakta Kucing Merah Kalimantan, Spesies Ikonik dari Hutan Tropis Indonesia yang Terancam Punah
Pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit telah menyebabkan habitat alami mereka menyusut dengan cepat, dan ini membuat jumlah kucing ini semakin
Laporan Gina Zahrina
SERAMBINEWS.COM - Indonesia adalah rumah bagi banyak jenis flora dan fauna yang menakjubkan. Salah satunya adalah Kucing Merah Kalimantan.
Kucing liar yang hanya dapat ditemukan di hutan-hutan Pulau Kalimantan ini memiliki bulu yang unik berwarna coklat kemerahan, membuatnya sangat berbeda dari kucing lainnya.
Sayangnya, keberadaan Kucing Merah Kalimantan kini terancam di ambang kepunahan.
Kucing Merah Kalimantan, atau Pardofelis badia, pertama kali ditemukan dan dijelaskan oleh John Edward Gray pada tahun 1874.
Namun, kini mereka menghadapi berbagai ancaman serius, terutama akibat pembalakan liar dan perburuan.
Pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit telah menyebabkan habitat alami mereka menyusut dengan cepat, dan ini membuat jumlah kucing ini semakin sedikit.
Hewan kecil ini biasanya tinggal di hutan hujan tropis Kalimantan.
Namun, deforestasi yang terus meningkat sejak awal tahun 2000-an telah mengurangi ruang hidup mereka, membuat mereka semakin berisiko punah.
Baca juga: Pak Nur Bapak Kos di Semarang Sudah Makan Daging 10 Kucing, Beralasan untuk Obat Diabetes
Dalam beberapa tahun terakhir, peneliti melaporkan bahwa penampakan Kucing Merah Kalimantan semakin jarang.
Ini sebagian besar disebabkan oleh sifatnya yang penyendiri dan sulit untuk dideteksi.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Wildlife Conservation Today edisi Oktober 2024, penggunaan kamera pengintai dan teknologi satelit untuk melacak keberadaan mereka sering kali tidak membuahkan hasil.
Hal ini disebabkan oleh perilaku nokturnal mereka, yang membuat mereka lebih aktif di malam hari dan bersembunyi di siang hari.
Fakta Menarik tentang Kucing Merah Kalimantan:
Ukuran Kecil
Populasi Buaya di Seruway Meningkat, Muncul Isu Diselundupkan ke Thailand |
![]() |
---|
Damkar Kerahkan Tim Lagak Evakuasi Ular Kobra Bersarang di Rumah Warga |
![]() |
---|
Respons Keluhan Nelayan, Polres Aceh Singkil dan BKSDA Pasang Perangkap Penangkap Buaya |
![]() |
---|
Belum Dievakuasi, Buaya Sepanjang 2, 9 Meter yang Ditangkap Warga Masih Terikat di Darat |
![]() |
---|
Warga Tangjungkeramat Tangkap Buaya 2,9 Meter, Sering Mangsa Ternak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.